Wali Kota Makassar dorong partisipasi pemilih 75 persen

id walikota makassar,moh ramdhan pomanto,partisipasi pemilih,pemilu 2019

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto (tengah) bersama unsur Muspida kota seperti Kapolrestabes, Dandim, Danlantamal serta Ketua DPRD Makassar berjalan di belakang spanduk deklarasi pemilu damai di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (11/3/2019). ANTARA Foto /HO/dok Humas Pemkot Makassar.

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mendorong agar warga kota menyalurkan hak pilihnya saat 17 April 2019 agar partisipasi pemilih bisa meningkat dari sebelumnya. 

"Di Makassar saya optimistis dan yakin bisa berhasil mencapai partisipasi publik dapat menyentuh di angka 75 persen," ujarnya, Selasa.  

Dia berharap angka 75 persen partisipasi pemilih tersebut merupakan komitmen dan target yang harus dicapai. Untuk itu pihaknya berharap masyarakat ikut andil dalam mensukseskan Pemilu setentak tahun ini. 

Beberapa poin penting juga disampaikan pria disapa akrab Danny Pomanto itu yakni saling menghormati dan menghargai sesama pendukung pasangan calon.

Selain itu tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum pada saat tahapan pemilu, tidak melakukan kampanye hitam seperti money politik (politik uang), menghasut, menfitnah, ujaran kebencian, dan mengadu domba atau SARA. 

Sebelumnya, Danny Pomanto mengapresiasi Deklarasi Damai Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 digagas KPUD setempat dengan menghadirkan penegak hukum dan pihak terkait lainnya, di Lapangan Karebosi, Senin (11/3).  

Menurutnya, masyarakat Makassar sudah cerdas dalam berpolitik baik Pileg maupun Pilpres pada 17 April nanti termasuk 75 persen partisipasi publik di Kota Makassar 

Ia mengatakan Deklarasi Damai tersebut diinisiasi untuk menyatukan tekad semua komponen, guna mewujudkan Pileg dan Pilpres 2019 yang aman, damai, tertib dan kondusif di Kota Makassar.

Kami bersama bapak Kapolres dan Dandim berkomitmen menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas saat melaksanakan tahapan pemilu dan bersedia menerima siap kalah siap menang," katanya. 

Terkait dengan berita atau infomasi bohong (Hoax), pihaknya yakin jika masyarakat Makassar saat ini sudah cerdas melihat hal tersebut.

"Hampir 100 persen masyarakat kota sudah cerdas dalam memilih. Insya allah, itu menjadi salah satu penangkal kampanye Hoax atau berita-berita hoax lainnya," tambah mantan staf ahli perencanaan Kota Makassar di masa jabatan Wali Kota Ilham Arief Sirajuddin ini.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar