2133 personil Polda Sulbar amankan Pemilu

id Polda Sulbar, personil pengamanan Pemilu

PENGAMANAN KANTOR KPU SULBAR Personil gabungan Brimob Polda Sulbar melakukan penjagaan di halaman Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulbar, Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu(18/2). Kepolisian Polda Sulbar melakukan penjagaan ketat dan mengamankan kegiatan di kantor KPU serta untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. ANTARA FOTO/Akbar Tado/foc/17.

Mamuju (ANTARA) - Sebanyak 2133 orang personil Polda Provinsi Sulawesi Barat mengamankan pemilu 2019 dibantu 1.233 orang personil dari TNI di Provinsi Sulbar.

"Jumlah personil Polda Sulbar yang diturunkan dalam rangka pengamanan pemilu sebanyak 2.133 orang personil," kata Kabag Dal Ops Polda Sulbar, Kompol Bambang Haryono, di Mamuju, Selasa.

Ia mengatakan, selain aparat kepolisian juga diturunkan sebanyak 1233 orang TNI membantu aparat kepolisian.?

Aparat TNI tersebut diantaranya berasal dari Makorem 142 taroada tarogau Provinsi Sylbar sebanyak 125 personil, Kodim 1401 Majene, sebanyak 66 personil, Kodim 1402 Polman sebanyak 152 personil, Kodim 1418 Mamuju sebanyak 58 personil, Kodim 1427 Pasangkayu sebanyak 58 personil, Yonif 721 sebanyak 537 personil, dan gabungan Balekrem sebanyak 170 personil.

Menurut dia, untuk Time line pengamanan pemilihan presiden dan pemilu legislatif 2019, akan mulai dilaksanakan pada 20 Maret 2019.

"Polda Sulbar akan menggelar pasukan pengamanan dan pengamanan hingga menjelang pemungutan suara pada 17 April 2019," katanya.

Menurutnya, pengamanan itu meliputi, mengawal berjalannya masa kampanye hingga pengamanan di TPS dan kotak suara.

Ia juga membeberkan beberapa potensi kerawanan dalam kampanye, diantaranya proses caleg kepada caleg lainnya, proses caleg kepada penyelenggara pemilu, kerusuhan massal, sabotase, teror, ancaman dan penculikan, serta kejahatan konvensional lainnya.

"Sementara potensi kerawanan masa tenang, diantaranya money politik, black campaign, kecurangan tertentu, isu sara, dan kejahatan konvensional lainnya," katanya.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar