29 perwira TNI AL ditunjuk jadi penyidik Tipiter laut

id perwira tni al,angkatan laut,lantamal vi,tipiter laut,penyidik tindak pidana tertentu

Komandan Pangkalan Utama TNI AL VI Laksamana Pertama TNI Dwi Sulaksono. (Dok. ANTARA Foto/Suriani Mappong)

Makassar (ANTARA) - Wakil Komandan Lantamal VI Kolonel Laut (P) Hanarko Djodi Pamungkas memimpin langsung pengambilan sumpah 29 perwira penyidik tindak pidana tertentu (Tipiter) wilayah perairan usai mengikuti Latihan Keamanan Laut (Latkamla) selama dua hari.

"Sangat penting membekali kemampuan perundang-undangan kepada para perwira dan anggota lainnya khususnya yang ditunjuk menjadi perwira tindak pidana tertentu," ujar Kolonel Laut (P) Hanarko Djodi Pamungkas di Makassar, Jumat.

Dalam amanat Komandan Lantamal VI Laksamana Pertama TNI Dwi Sulaksono yang dibacakan oleh Kolonel Hanarko menyampaikan terima kasih dan ucapan selamatnya kepada seluruh peserta atas semangat yang telah ditunjukkan selama mengikuti pelatihan.

Dia mengatakan penyumpahan terhadap 29 Perwira Penyidik TNI AL yang berada di wilayah kerja Lantamal VI Makassar merupakan rangkaian akhir dari Latkamla dan penyumpahan perwira penyidik yang berlangsung selama dua hari.

"Penyumpahan sebagai penyidik tindak pidana tertentu di laut memberi arti bahwa para perwira mampu memenuhi tuntutan ketentuan perundang-undangan sekaligus juga dapat menghasilkan produk pemberkasan perkara secara akuntabel dan teruji secara yuridis dalam rangka melaksanakan tugas-tugas penegakan hukum di laut," katanya.

Kepala Dinas Hukum (Kadiskum) Lantamal VI Letkol Laut (KH) Dedi Endang Susilo menyampaikan para perwira yang bersangkutan diberikan kewenangan dan tanggung jawab melakukan tugas sebagai penyidik tindak pidana di laut sesuai Skep/907/XII/1987 Tahun 1987 dan Undang Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHP yang mengatur tentang Perwira TNI Angkatan Laut selaku Pejabat Penyidik Perkara Tindak Pidana Tertentu di Laut.

Sebelumnya, Lantamal VI menggelar Latihan keamanan laut (Latkamla) selama dua hari untuk meningkatkan kemampuan para personel dalam menghadapi tindak pidana tertentu khususnya di wilayah perairan.

"Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa negara kita terdiri dari ribuan pulau-pulau besar dan kecil dengan dua pertiga wilayahnya adalah perairan atau lautan, sehingga dibutuhkan kecakapan dan kemampuan untuk menjaga keamanannya," ujar Kolonel Laut (P) Hanarko Djodi Pamungkas.

Dia mengatakan dengan latihan keamanan laut ini diharapkan adanya peningkatan kemampuan personel TNI AL dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks. 
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar