Pemprov Sulsel tanggapi rencana Climate-Foundatiom kembangkan rumput laut

id Pemprov Sulsel, Climate Foundation, pengembangan rumput laut, Sulsel

Ilustrasi petani mengangkat rumput laut yang siap panen ANTARA FOTO/Akbar Tado/aww/17.

"Kami juga berharap ini berpotensi menjadi destinasi ekowisata, mengingat kehidupan laut yang berlimpah dan beragam yang akan ditemukan di dekat mereka. Ini membuka kemungkinan model pendanaan tambahan untuk pembangunan platform, penyebaran, dan peme
Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan merespon positif rencana atau keinginan The Climate Foundation dan CEDUS Sulawesi Project untuk mengembangkan rumput laut di Sulsel.

Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam keterangan persnya di Makassar, Jumat, mengatakan pemanfaatan teknologi tentunya baik untuk masa depan rumput laut, dalam jangka waktu yang panjang.

"Apalagi rumput laut yang ada di Sulsel kekurangan nutrisi dan salinitas tinggi," katanya.

Wagub juga mengizinkan untuk dilakukan feasibilty study terlebih dahulu, dan riset untuk menguji penggunaan alat tersebut. Sekaligus berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Balitbangda Sulsel.

Perwakilan The Climate Foundation dan CEDUS Sulawesi Project, Kevin Lovett memaparkan tentang pengembangan kembali industri rumput laut melalui peningkatan stok ketahanan rumput laut lokal. Iapun bermaksud melakukan riset mengenai teknologi upwelling buatan, untuk menghasilkan rumput laut yang berkualitas.

"Kami juga berharap ini berpotensi menjadi destinasi ekowisata, mengingat kehidupan laut yang berlimpah dan beragam yang akan ditemukan di dekat mereka. Ini membuka kemungkinan model pendanaan tambahan untuk pembangunan platform, penyebaran, dan pemeliharaan," paparnya.

Olehnya itu, kata Kevin, rumput laut dengan nutrisi yang lebih baik akan berdampak kepada ikan yang lebih baik juga. Dan pada akhirnya, bisa berdampak kepada para nelayan, terumbu karang.

"Permakultur laut menjadi seimbang," jelasnya.

Kevin menjelaskan, alat tersebut dipasang agak jauh dari laut, sekitar 12 kilometer dari pantai dengan kedalaman 200 sampai 300 meter. Setelah itu, dilakukan monitoring dua kali setiap minggu.

"Kemungkinan kita siapkan satu atau dua orang yang bertugas menjaga alat tersebut," sebutnya.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar