
Petumbuhan Bisnis Properti Sulsel 30 Persen

Makassar (ANTARA Sulsel) - Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyatakan pertumbuhan bisnis properti hingga Desember 2009 mencapai 30 persen.
Wakil Ketua Bidang Diklat dan Profesionalisme DPD REI Sulsel Harris Hodi di Makassar, Jumat mengatakan pertumbuhan tersebut didukung stabilnya tingkat suku bunga kredit perbankan dibanding 2008.
Sedangkan mengenai pertumbuhan bisnis properti 2010, pihaknya masih akan menunggu dan melihat perkembangan kasus Bank Century yang telah mengarah pada stabilitas politik dan akan berimbas terhadap nilai suku bunga perbankan.
Menurut dia, perkembangan bisnis properti sepanjang 2009 cukup pesat. "Persaingan antarpengembang bukan lagi hanya sebatas regional, melainkan sudah mencakup persaingan global," katanya.
Untuk menyikapi hal itu, pihaknya akan mengadakan pelatihan kepada anggota REI Sulsel pada 16-17 Desember 2009 dengan melibatkan enam perbankan seperti Bank Panin, Bank Niaga dan sejumlah perbankan umum lainnya.
Pihaknya juga mengharapkan keterlibatan bank pemerintah daerah dalam pelatihan tersebut.
Pelatihan bertema "Pengembangan perumahan menengah kecil dengan dukungan pembiayaan perbankan" ini, diharapkan dapat memberikan dorongan agar para pengembang tetap eksis di sektor properti.
Pelatihan akan diisi materi tentang tata cara pemilihan lokasi, pembuatan rencana, tata cara analisis pengguna, pembuatan proposal hingga tata cara perpajakan.
"Selain meningkatkan kompetensi dan daya saing pengembang di Sulsel, tujuan pelatihan ini juga bermanfaat menekan tingkat kredit macet," katanya.
(T.PSO-100/M008)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
