Pakar: kebijakan minyak Eropa matikan petani sawit

id marzuki dea,pakar ekonomi unhas,minyak eropa,sawit

lustrasi petani kelapa sawit (ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang)

Makassar (ANTARA) - Pakar Ekonomi Politik Universitas Hasanuddin Prof Marzuki DEA menilai kebijakan Uni Eropa soal larangan minyak sawit sebagai campuran bahan bakar minyak atau biofuel di benua biru itu akan mematikan para petani di Tanah Air.

Prof Marzuki di Makassar, Senin, mengatakan jika kebijakan itu pada akhirnya benar-benar diwujudkan dan berlangsung lama, maka tentu memberikan efek negatif bagi perkembangan sawit Indonesia ke depan.

"Sehingga tentu saja akan berdampak pada kondisi petani kita yang selama ini bergelut dengan produksi kelapa sawit," katanya seraya menyebutkan jumlah  petani sawit Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah di Tanah Air mencapai sekitar  5,3 juta orang.

Keberlanjutan hidup para petani sawit yang mencapai jutaan orang itu, kata Marzuki, akan merasakan dampak dan bisa mengganggu keberlangsungan hidup mereka ke depan.

Menurut dia, Pemerintah Indonesia harus mengambil sikap dan mengantisipasi jika keinginan Uni Eropa mengesahkan regulasi Arahan Energi Terbarukan (Renewable Energy Directive II/RED II) itu pada akhirnya direalisakan.

"Artinya pemerintah harus mencari cara agar kondisi itu tidak terjadi karena membahayakan perkembangan industri sawit yang menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia, termasuk mencari tahu apa sebenarnya yang membuat Uni Eropa untuk tidak menggunakan minyak sawit sebagai campuran biofuel pada 2021. Pemerintah juga perlu berusaha menyelesaikannya, terutama pemenuhan syarat-syarat standar yangg diberlakukan di Eropa," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar