Sulsel bertekad jadi pengekspor terbesar di Indonesia

id sulsel ekspor,gubernur sulsel,nurdin abdullah,apindo,pelindo

Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah (kanan) dalam acara 2019 pada Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi 2019 DPP Apindo Sulsel di Makassar, Senin (18/3/2019). (sulselprov.go.id)

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah bertekad menjadikan daerah yang dipimpinnya sebagai penghasil komoditas ekspor terbesar di Indonesia.

Gubernur Nurdin Abdullah di Makassar, Senin, mengatakan untuk merealisasikan itu maka ia mengajak PT Pelindo dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk membahas lebih dalam mengenai dunia usaha khususnya yang ada di provinsi itu.

"Saya ingin menjadikan Sulsel ini sebagai provinsi yang menghasilkan produk ekspor ke luar negeri yang besar terutama untuk produk pertanian. Kita akan ajak Apindo untuk duduk bersama membahas ini bersama dunia usaha. Saya yakin Sulsel bisa menjadi provinsi yang sangat ramah investasi," lanjut Nurdin Abdullah dalam sambutan pada Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi 2019 DPP Apindo Sulsel, Senin.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini juga begitu yakin jika Sulsel di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, akan menjadi daerah penghasil produk ekspor terbesar di Indonesia.

Dalam waktu dua bulan terakhir, melalui berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian telah dua kali melakukan ekspor hasil pertanian ke berbagai negara.

Nurdin Abdullah juga membuktikan kepeduliaannya terhadap dunia usaha dengan semakin mempermudah berbagai perizinan. "Kalau Indonesia bagian timur mau maju, harus mulai dari Sulsel karena daerah ini dari dulu sebagai gerbang Indonesia bagian timur," ujarnya.

Dunia usaha pun diharapkan memberikan masukan kepada pemerintah, sehingga mempermudah dalam mengambil kebijakan yang memihak dunia usaha. "Jangan pengusaha yang mengemis sama pemerintah, tapi pemerintah harus hadir untuk menyediakan itu. Kami akan berkolaborasi, baik dunia usaha, pendidikan, maupun pemerintah Sulsel," kata Nurdin Abdullah.
 
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar