Pelindo IV Raker bahas transformasi bisnis pelabuhan

id PT Pelindo IV, Dirut Pelindo IV Farid Padang,MNP, Makassar

Dirut PT Pelindo IV Farid Padang di sela Raker I 2019 PT Pelindo IV di Makassar, Selasa (19/3/2019). ANTARA Foto/S. Mappong

"Jadi komoditi ekspor kita yang selama ini melalui Surabaya atau Jakarta, sudah bisa langsung dari Makassar," katanya.
Makassar (ANTARA) - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV menggelar Rapat Koordinasi (Raker) I 2019 untuk membahas transformasi bisnis pelabuhan untuk peningkatan kinerja perusahaan milik negara ini menghadapi era industri 4.0.

Menurut Dirut PT Pelindo IV Farid Padang di sela Raker I 2019 di Makassar, Selasa, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin dengan melibatkan seluruh jajaran terkait.

"Kegiatan ini pula di hadiri Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah dan Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah," katanya.
Dirut PT Pelindo IV Makassar Farid Padang (kiri), Dirut PT Sucofindo Bachtiar Johan (tengah) dan Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah di sela Raker I PT Pelindo IV Makassar, Selasa (19/3/2019). ANTARA Foto /S Mappong


Pada kegiatan tersebut, selain menghadirkan kedua pembicara utama juga digelar penandatangan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara pihak Pelindo dengan PT Semen Tonasa terkait lahan, dan dengan PT Sucofindo dan Askrindo terkait kerjasama pengembangan "Green Port" atau pelabuhan hijau.

Turut hadir Dewan Komisaris Agus Purwanto yang menyinggung visi dan misi Pelindo dalam memajukan kepelabuhanan nasional. Menurut dia, potensi sektor kemaritiman di Kawasan Timur Indonesia (KTI) sudah tidak diragukan lagi.

Dia mengibaratkan sebagai gadis yang gencar-gencarnya dikejar dengan peminatnya. Karena itu, harus untuk menjaga kesempurnaan diri agar memancarkan keunggulan diri.

Sementara itu, Farid mengatakan, pihaknya optimistis keberadaan Pelabuhan Makassar dan Makassar New Port (MNP) akan semakin meningkatkan peluang Direct Call (pengiriman langsung) barang ke luar negeri.

"Jadi komoditi ekspor kita yang selama ini melalui Surabaya atau Jakarta, sudah bisa langsung dari Makassar," katanya.

Kondisi ini, lanjut dia, memberikan benefit yang lebih banyak daripada barang dikirim via daerah lain.
 


 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar