Sulbar bertekad turunkan angka desa tertinggal

id sulbar, program marasa, turunkan desa tertinggal,ali baal masdar

Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar (FOTO/Humas Pemprov Sulbar)

Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bertekad menurunkan status desa tertinggal yang sebelumnya, yakni pada 2018 mencapai 76 persen menjadi 50 persen.

Gubernur Sulbar'Ali Baal Masdar, di Mamuju, Sabtu mengatakan, berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2018, dari 575 desa yang ada di daerah itu, terdapat 437 desa atau 76 persen berstatus tertinggal dan sangat tertinggal. 

Hal itu lanjut Gubernur, membuat permasalahan di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, kemandirian dan sosial kemasyarakatan.

Dalam bidang pendidikan tambahnya, menyangkut jumlah anak putus sekolah, kesehatan mengenai stunting dan kemandirian dalam hal peningkatan perkonomian serta sosial kemasyarakatan pada skala perdesaan.

Menghadapi persoalan itu,  Pemprov Sulbar kata Ali Baal Masdar, menginisiasi sebuah terobosan dalam bentuk program 
Mandiri, Cerdas dan Sehat (Marasa) yang termuat dalam RPJMD 2017-2022, yang tak lain dimaksudkan untuk memenuhi ketentuan pasal 22 Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.

“Program Marasa merupakan upaya Pemprov Sulbar dalam peningkatkan efektifitas perencanaan pembangunan desa dan sebagai strategi percepatan perubahan status desa tertinggal dan sangat tertinggal, menjadi maju dan mandiri," ujar Ali Baal Masdar.

Melalui program itu lanjutnya, ditargetkan angka status desa tertinggal dan sangat tertinggal dapat menurun menjadi 50 persen dari angkat 76 persen itu.

Dalam mensukseskan program tersebut ia menyatakan, hal itu sangat membutuhkan dukungan pemkab, baik dalam pelaksanaannya, koordinasi lintas OPD lingkup pemprov dan pemkab, maupun dalam sinergitas perencanaan.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulbar Muh. Jaun pada rapat koordinasi dan sosialisasi program Marasa mengatakan, rapat itu dilaksanakan untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan program yang merupakan program prioritas pemerintah setempat.

Selain itu lanjutnya, dimaksudkan untuk memperoleh masukan secara menyeluruh dari instansi terkait, baik yang di provinsi maupun kabupaten dalam mensukseskan pelaksanaan program Marasa.   
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar