Gubernur Sulawesi Barat dorong peningkatan kualitas PAUD

id gubernuir sulbar,ali baal masdar,paud,Malaqbiq

Gubernur Sulawesi Barat dorong peningkatan kualitas PAUD

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (kanan), mengukuhkan Andi Ruskati Ali Baal selaku Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Sulbar (humassulbarprov.id)

Mamuju (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar mendorong peningkatan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai upaya mewujudkan generasi "Malaqbiq' atau bermartabat.

"PAUD merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun melalui pemberian rangsangan pendidkan," kata Ali Baal Masdar, di Mamuju, Senin.

Hal itu dilakukan menurut Gubernur, untuk membantu pertumbuhan jasmani dan rohani anak, agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

"Tugas kita yang paling utama adalah memastikan bahwa, anak-anak kita sudah terlayani oleh lembaga penyelenggara program PAUD, seperti Taman Kanak-Kanak, Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak dan Raudhatul Athfal di wilayah kita masing-masing," jelas Ali Baal Masdar.

Gubernur menekankan peningkatan akses dan mutu layanan PAUD di Sulbar harus semakin berkualitas, agar terwujud generasi Malaqbi yang memiliki makna mulia, rendah hati dan bermartabat.

Untuk mewujudkan hal tersebut tambahnya, diperlukan pembinaan sistimatis dan terpadu, dengan melibatkan berbagai pihak, agar mencapai target perkembangan anak secara holistik integratif melalui dukungan dan peran aktif dari Bunda PAUD, serta diharapkan terbentuk satu desa satu PAUD di Provinsi Sulbar.

"Saat ini sudah ditindaklanjuti dengan surat imbauan Gubernur yang ditujukan kepada Bupati se Sulbar, agar dapat menggerakkan Kepala Desa/Lurah dan Tim Penggerak PKK Desa/ Kelurahan untuk menfasilitasi minimal pembentukan satu PAUD  satu Desa/Kelurahan," jelas Ali Baal Masdar.

Bunda PAUD Sulbar Andi Ruskati Ali Baal mengatakan, pendidikan awal masa pertumbuhan anak sangatlah penting, karena pada usia dini otak berkembang sangat cepat dan juga dapat menerima dan menyerap segala sesuatu yang dilihat dan didengarnya.

"Masa itu adalah masa dimana perkembangan fisik, mental dan spiritual seorang anak akan mulai terbentuk. Olehnya itu, banyak orang biasa menyebutnya 'the golden age' atau masa emas bagi seorang anak," terang Ruskati.

Ia mengingatkan, PAUD bukan semata-mata tanggungjawab pemerintah dan lembaga PAUD saja, akan tetapi masyarakat dan orang tua juga harus bersama-sama berperan aktif menyukseskan PAUD ssesuai peran masing-masing.

Tidak hanya itu,  Ruskati juga menyebutkan, Bunda PAUD  harus mendorong para orang tua agar ikut aktif berpartisifasi dalam kegiatan bina keluarga.

Sementara, Kepala Balai Pengembangan PAUD dan pendidkan masyarakat Sulbar Andi Rusli mengemukakan, pengembangan PAUD terus ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan, tuntutan masyarakat dan keluarga, dimana hal itu memerlukan perluasan akses dan tingkatan pelayanan PAUD yang berkualitas.

Seiring dengan itu, Rusli juga menyatakan, dibutuhkan dukungan dan partisifasi masyarakat serta peran para Bunda PAUD, mulai dari provinsi sampai  desa atau kelurahan.

"Saya harap semua pihak agar peduli pentingnya PAUD, karena ini merupakan kunci sukses merajut pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas di masa yang akan datang," ujar Rusli. (S036)
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar