WapresJK sebutkan tiga kunci utama memajukan Indonesia

id Wakil Presiden,Jusuf Kalla,Festival Kebangsaan II Kota Malang,Universitas Muhammadiyah Malang

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat berbicara dalam Festival Kebangsaan II di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, Sabtu, (6/4/2019) (Biro Pers Setwapres)

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebutkan setidaknya ada tiga kunci utama dalam memajukan Indonesia, dalam upaya untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat serta menyejajarkan Indonesia dengan negara-nagara maju lainnya.

Kalla mengatakan, tiga kunci utama untuk memajukan Indonesia tersebut adalah, adanya pemerintahan yang bersih, dan tegas, kemudian, teknologi dan ilmu pengetahuan yang dikuasai bangsa, serta sektor kewirausahaan yang menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Untuk memajukan Indonesia itu ada tiga hal yang harus bersatu. Pertama pemerintah bersih dan tegas, teknologi dan ilmu pengetahuan, dan kewirausahaan," ujar Kalla dalam sambutannya pada Festival Kebangsaan II di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, Sabtu.

Menurut Kalla, tidak ada negara yang maju di dunia ini tanpa adanya tiga faktor kunci tersebut. Oleh karena itu, pemerintah berupaya untuk menyatukan dan menyelaraskan tiga kunci utama tersebut, dalam upaya untuk memajukan Indonesia dalam segala bidang.

Kalla menambahkan, saat ini memang posisi Indonesia sedikit ketinggalan jika dibandingkan dengan negara tetangga yang ada di wilayah ASEAN seperti Malaysia, dan Thailand. Namun, Kalla meyakini bahwa saat ini Indonesia tengah berada dalam posisi untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

"Tidak ada negara maju tanpa teknologi yang baik, tanpa kewirausahaan, dan tanpa pemerintahan yang baik. Apabila tiga hal tersebut baik, maka akan maju bangsa ini, dan kita sedang mengarah ke situ," ujar Kalla.

Kalla mengatakan, memang Indonesia memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, namun, sumber daya tersebut bisa habis dalam kurun waktu puluhan tahun ke depan. Sebagai salah satu contoh, dahulu minyak merupakan komoditi ekspor, namun saat ini Indonesia harus mengimpor minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Dalam waktu 20 tahun, minyak kita tinggal setengah, kita mengimpor minyak, dan bukan ekspor lagi. Bisa habis pada waktunya, termasuk komoditas lainnya," kata Kalla.

Namun, ungkap Kalla, Akan tetapi, jika masyarakat Indonesia memiliki ilmu pengetahuan yang memadai, itu tidak akan habis sampai kapanpun. Negara maju seperti Korea dan Jepang, tidak memiliki SDA yang melimpah, namun memiliki ilmu pengetahuan untuk mendorong kemajuan bangsa mereka.

"Semua SDA habis, akan tetapi ilmu pengetahuan tidak akan habis dalam memajukan bangsa ini. Korea dan Jepang maju, karena ilmu pengetahuan, meskipun negerinya tidak memiliki SDA yang melimpah," ujar Kalla.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Kalla berkesempatan untuk meresmikan infrastruktur dari UMM yakni Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV, Hotel Pendidikan Kapal Garden Hotel, jembatan, dan Rumah Susun Mahasiswa di lingkungan Rumah Sakit UMM.

Setelah melakukan kunjungan di UMM Kota Malang, Kalla akan bertolak ke Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk meninjau lokasi rekonstruksi pasca bencana, di Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah.

Setelah dari dari Provinsi NTB, Kalla bersama rombongan dijadwalkan untuk menghadiri acara Dharmasanti Nasional Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1941, di Denpasar, Bali.

Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar