Perjuangkan Komoditas Nasional, GAPKI Terima Apresiasi dari Wapres

id jk-gapki

Jusuf Kalla menyerahkan Anugerah Indonesia Maju Kategori Asosiasi Merah Putih kepada Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono di Jakarta, Senin (8/4). (Foto Istimewa)

Jakarta (ANTARA) -  Indonesia merupakan negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia, namun demikian, perang dagang minyak nabati dunia menghadapkan sawit dengan hambatan perdagangan di pasar global. Padahal, ekspor sawit ini menjadi salah satu sumber pendapatan negara terbesar serta menyerap tenaga kerja yang sangat tinggi di Indonesia.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan, sawit merupakan salah satu potensi sumber daya alam yang bisa dikembangkan untuk memajukan Indonesia. Namun, upaya tersebut tidak akan tercapai jika tidak ada sinergi antara pemerintah dan pengusaha yakni dalam meningkatkan ekspor dan produktifitas serta juga mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hal tersebut disampaikan Jusuf Kalla saat memberikan sambutan acara penganugerahan Indonesia Maju 2018-1019 yang diselenggarakan oleh Harian Rakyat Merdeka dan Majalah Warta Ekonomi di Hotel Pullman, Thamrin Jakarta, Senin (8/4).

“Dulu migas kita ekspor, nah sakarang kita impor. Kalo harga sawit turun, yang terkena dampak adalah petani-petani sawit kita. Maka yang bisa mengatasinya adalah entrepreneurship yang menguasai teknologi bersinergi dengan pemerintah,” tegas Jusuf Kalla.

Pada kesempatan tersebut Jusuf Kalla menyerahkan Anugerah Indonesia Maju Kategori Asosiasi Merah Putih kepada Ketua Umum GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Joko Supriyono. Sebagai asosiasi, GAPKI dinilai telah berperan sebagai motor, akselerator dan inovator dalam memperjuangkan kelapa sawit yang merupakan komoditas nasional di pasar global.

Ketua umum GAPKI Joko Supriyono menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang telah diberikan Majalah Warta Ekonomi dan Harian Rakyat Merdeka. Joko bersyukur perjuangan GAPKI bersama para petani dengan dukungan pemerintah dalam memajukan industri sawit Indonesia serta melawan diskriminasi maupun kampanye negatif terhadap Industri nasional ini mendapatkan apresiasi dan perhatian dari masyarakat dan pemerintah.

Penjurian ajang penganugerahan ini dilakukan melalui serangkaian kegiatan riset dan seleksi, yaitu riset kualitatif (desk research), media monitoring serta penilaian dewan juri yang terdiri dari Suryopratomo (pers); Rhenald Kasali (akademisi/ekonom); dan Tjipta Lesmana (akademisi/pakar politik).

“Penghargaan diberikan kepada tokoh maupun institusi yang visioner dan memiliki komitmen memajukan indonesia melalui visi-visinya,” kata salah seorang dewan juri Suryapratomo.

Selain GAPKI, sejumlah menteri juga mendapatkan Anugerah Indonesia Maju antara lain Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.(*)
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar