Harga cabai dan bawang merah di Makassar naik jelang Ramadhan

id harga cabai,pasar terong, jelang Ramadhan, Kadis Perdaganagn Makassar Nielma Plamba

Pedagang cabai di pasar tradisional, Pasar Terong Makassar menjajakan dagangannya kepada pembeli, Senin (15/04/2019). ANTARA Foto/ HO/A Landa

Makassar (ANTARA) -
Harga cabai dan bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mulai naik menjelang bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah atau 2019 Masehi.

"Harga cabai merah besar dan cabai keriting rata-rata naik Rp5.000 dibanding harga sebelumnya yang hanya Rp15.000 per kilogram," kata salah seorang penjual Daeng Basri di Pasar Terong, Makassar, Senin.

Kondisi serupa juga terjadi pada harga bawang merah yang sebelumnya dijual Rp30.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp35.000 per kilogram.

Menurut Basri, kenaikan harga itu karena pasokan barang kebutuhan rumah tangga itu mulai berkurang, sehingga pedagang pengumpul dan distributor menaikkan harga.

Hal itu diakui penjual bawang Hj Syamsiah di tradisional lainnya yakni Pasar Pannampu, Makassar.

Menurut dia, bawang merah biasanya diterima dari distributor di Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Enrekang, namun belakangan ini sudah mulai berkurang, sehingga bawang merah asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dibeli untuk sementara waktu.

"Tentu harganya sedikit lebih mahal dibandingkan harga bawang merah lokal, karena mungkin pertimbangan biaya transportasi," kata Syamsiah.

Menanggapi dua jenis kebutuhan rumah tangga yang mulai naik menjelang Ramadhan, Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar Nielma Palamba mengatakan, pihaknya bersama tim terpadu pengendalian inflasi daerah akan mengindentifikasi penyebab kenaikan harga cabai dan bawah merah.

"Kami senantiasa berkoordinasi untuk memantau harga berbagai kebutuhan di lapangan, namun untuk sembako relatif stabil hingga saat ini," katanya.

Dia mengatakan untuk komoditas beras misalnya, pihak Bulog Divre Sulsel sudah memberikan jaminan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sulsel hingga 11 bulan ke depan.
 
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar