Disdikpora Mamuju larang belajar murid SD Sama

id pengungsi kampung sama, aktivitas belajar mengajar terhenti

Salah seorang murid SD Sama menunjukkan SD darurat yang berada persis di samping tenda pengungsian di Dusun Gentungan, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Senin (15/4). ANTARA Foto/Amirullah)

Mamuju (ANTARA) - Aktivitas belajar mengajar murid SD Sama yang ikut mengungsi bersama orang tua mereka kembali terhenti, akibat adanya larangan dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

Guru SD Sama, Suardi ditemui di area relokasi pengungsi di Dusun Gentungan, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Senin sore mengatakan, proses belajar mengajar murid SD Sama itu dihentikan setelah ada permintaan dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga.

Ia mengatakan, proses belajar mengajar murid SD Sama sempat berlangsung selama lebih satu bulan di sekolah darurat yang dibuat di samping tenda pengungsian.

"Anak-anak sempat belajar lebih satu bulan di SD darurat. Namun, pihak Dinas Pendidikan datang dan meminta agar kegiatan belajar mengajar itu dihentikan sementara, karena dilarang Bupati," kata Suardi.

"Kami akhirnya setuju menghentikan aktivitas belajar mengajar di SD Darurat itu karena pihak Dinas Pendidikan berjanji murid-murid kami akan dititip belajar di SD Gentungan dan akan diantar jemput. Namun sampai saat ini tidak ada kejelasan sehingga sudah lebih dua minggu anak-anak kami tidak belajar," tambahnya.

Para orang tua murid lanjut Suardi, telah mendesak agar SD darurat itu kembali dibuka sehingga anak-anak mereka tidak ketinggalan pelajaran.

Apalagi tambahnya, saat ini terdapat sembilan murid kelas enam yang pada 21 April 2019 akan mengikuti ujian nasional.

"Para orang tua murid meminta agar SD darurat itu diaktifkan kembali karena janji dari Dinas Pendidikan sampai saat ini belum terealisasi sementara anak-anak didik kami sudah dua minggu tidak belajar," ujarnya.

"Apalagi, enam murid kami tidak lama lagi akan mengikuti ujian nasional sementara mereka praktis tidak pada persiapan karena tidak adanya aktivitas belajar mengajar. Jadi, kami akan kembali membuka SD darurat itu," kata Suardi.

Ia mengatakan, tercatat 63 murid SD Sama, sembilan diantaranya murid kelas enam, ikut orang tua mereka mengungsi.

Sebanyak 59 kepala keluarga (KK) atau sekitar 273 jiwa yang didominasi anak-anak dan perempuan mengungsi dari rumah-rumah mereka di Dusun Sama karena khawatir akan terjadi longsor, pascabanjir bandang menerjang kawasan itu, pada Kamis (28/2).

Pada saat banjir bandang tersebut sebanyak lima rumah warga Dusu Sama hilang terseret air.

Kemudian, pascabanjir bandang tersebut, warga kembali panik setelah adanya retakan di kawasan perbukitan yang mengelilingi Dusun Sama.

Akhirnya, pada Kamis (7/3) warga Dusun Sama mengungsi di Kantor Lurah Bebanga Kecamatan Kalukku selama tiga hari namun setelah masa tanggap darurat berakhir pada Minggu (10/3) warga akhirnya mencari tempat pengungsian sendiri setelah menolak dipulangkan ke rumahnya masing-masing.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar