FKUB Sulsel minta masyarakat hormati penghitungan lembaga survei

id Ketua Umum Forum Kerukunan Umat Bersatu, FKUB Sulawesi Selatan, Prof Abdul Rahim Yunus

FKUB Sulsel minta masyarakat hormati penghitungan lembaga survei

Ketua Umum FKUB Provinsi Sulsel Prof Abdul Rahim Yunus. (ANTARA FOTO/Nur Suhra Wardyah)

Makassar (ANTARA) - Ketua Umum Forum Kerukunan Umat Bersatu (FKUB) Sulawesi Selatan, Prof Abdul Rahim Yunus meminta masyarakat saling menghormati dan menghargai terhadap laporan dari lembaga survey penghitungan cepat.

"Kita harus saling menghormati dan menghargai di antara lembaga survey, karena kebenarannya juga dilakukan secara ilmiah dan akademik," katanya di Makassar, Kamis.

Selain itu, pihak FKUB turut mengajak masyarakat untuk sabar menunggu hasil penghitungan pemilihan umum (pemilu) presiden yang akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Jadi kami mengajak masyarakat untuk sabar menunggu hitungan riil pemilihan presiden. Mekanismenya sudah diatur sedemikian rupa, ada pelaksana, penanggung jawab, pengawas, bahkan saksi-saksi turut memantau jalannya pesta demokrasi ini, jadi kita sabar saja," katanya.

Sementara terkait berbagai pelanggaran yang muncul selama proses pemilu, agar tidak terlalu ditanggapi berlebihan masyarakat sebab telah ada prosedur yang mengaturnya.

"Pelanggaran ada jalurnya, kita tidak boleh bertindak sendiri. Seluruh tahapan pemilu harus demokrasi dengan menjunjung nilai-nilai jujur dan adil," katanya.

Oleh karena itu, Rahim mengemukakan, siapapun pemenangnya adalah kemenangan bangsa Indonesia.

"Mekanismenya kan harus siap kalah dan siap menang, jangan hanya siap menang tetapi tidak siap kalah padahal ini sebuah pertarungan yang pasti ada kalah dan menang. Makanya sabar sja tunggu keputusan final," katanya.

Sebagai umat beragama, kata dia, saat ini masyarakat lebih baik memperbanyak doa dan tawakkal (berserah diri) kepada ketentuan Tuhan yang Maha Esa. Ikhtiar dan berusaha sudah maksimal dilakukan sehingga sisa menunggu hasilnya.

"Sebagai forum umat beragama, kita berserah diri kepada Tuhan. Tidak semua ketentuan Tuhan harus mengikuti keinginan kita. Ada ketetapan yang telah diatur-Nya," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar