Konjen Jepang berharap Indonesia terus menjalin hubungan meningkat

id Festival Budaya Jepang,Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya,Universitas Brawijaya,Masaki Tani

Mahasiswa menggunakan pakaian khas Jepang pada Festival Budaya Jepang, di Universita Brawijaya, Malang, Sabtu, (20/4/2019) (ANTARA/Vicki Febrianto)

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Masaki Tani mengharapkan hubungan Indonesia dan Jepang  bisa terus meningkat, khususnya dalam bidang kebudayaan, salah satunya melalui penyelenggaraan Festival Budaya Jepang, di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur.

Tani di Kota Malang, Sabtu, mengatakan, festival yang diberi judul Ishshoni Tanoshimimashou dan berlangsung pada 20-21 April 2019 di Fakultas Ilmu Budaya UB  tersebut sudah dilakukan secara rutin selama 14 tahun terakhir dalam rangka memperdalam hubungan kedua negara.

"Kami, dan komunitas Jepang, mengharapkan melalui kegiatan seperti ini bisa ditingkatkan dan diperdalam pengetahuan tentang budaya Jepang," kata Tani.

Gelaran Festival Budaya Jepang tersebut diselenggarakan tepat di depan Gedung A FIB Universitas Brawijaya. Area tersebut dilengkapi dengan replika Tori'i atau gerbang khas Jepang yang ada di setiap kuil di Negeri Sakura tersebut.

Menurut Tani, budaya memiliki banyak arti dan tidak terbatas hanya pada seni lipat atau origami dan lainnya. Akan tetapi, lanjut Tani, budaya khususnya bagi orang Jepang,  merupakan nilai,  pemikiran, tingkah laku, dan kehidupan masyarakat Jepang.

Selain menampilkan replika Tori'i dan area bernuansa Jepang, juga ada perlombaan yang diikuti oleh kalangan pelajar, termasuk dari sejumlah daerah lain di luar kota Malang.

"Melalui belajar budaya dan bahasa Jepang, saya sangat berharap masyarakat bisa menerima pikiran atau pandangan orang Jepang. Itu, berarti, lebih mendalami pengertian budaya Jepang secara keseluruhan," ujar Tani.

Para peserta dan mahasiswa juga bisa mengenakan baju khas Jepang pada festival tersebut.

Ketua Pelaksana Festival Budaya Candi Fakhri Faishol mengatakan, ada kurang lebih 500 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah,  bahkan Sumatera, dan lainnya.

"Perlombaan terbagi dari akademik dan non-akademik," kata Candi.

Beberapa perlombaan pada Festival Budaya Jepang tersebut antara lain adalah, lomba menggambar komik Jepang atau manga, lomba menulis dengan huruf Jepang atau kanji, pidato bahasa Jepang atau benron, kaligrafi Jepang atau shodou, dan bercerita atau rodoku.

 

Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar