Akademisi dorong Bawaslu segera proses dugaan politik uang

id Pemilu, Papua,Bawaslu, politik uang

Akademisi dari Kampus Uncen Jayapura Marinus Yaung (Dokumen FB Marinus Yaung)

Jayapura (ANTARA) - Akademisi dari Kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura Marinus Yaung mendorong agar Bawaslu Provinsi Papua segera mempercepat proses dugaan kasus politik uang yang melibatkan salah satu pejabat di daerah itu dan para petinggi partai serta caleg pada Pemilu 2019.

"Bawaslu dan Gakkumdu Provinsi Papua, memang harus bekerja memastikan tidak ada lagi politik uang yang berlangsung secara vulgar di ruang publik. Dan kita harus berikan apresiasi untuk mereka dalam memastikan kasus yang ramai dibicarakan ini," katanya di Kota Jayapura, Papua, Kamis.

Menurut dia kasus tersebut sangat dinantikan oleh publik Papua kemana muaranya karena telah mencoreng dunia politik di Bumi Cenderawasih sehingga hal tersebut akan menjadi catatan penting dan menarik bagi para pihak terutama para calon politikus.

"Ini butuh kerja ekstra dari Bawaslu/Gakkumdu bahwa tidak terjadi KKN atau pun politik uang. Ini harus didalami siapa yang berikan uang dan kemana uang itu akan mengalir, publik harus tahu hal ini. Polisi juga harus membantu ungkap kasus yang heboh ini," katanya.

Marinus mengaku kaget dengan status dari oknum warga yang tertangkap tangan bersama barang bukti seratusan juta rupiah dan sejumlah lembaran kartu nama beberapa caleg dalam pemilu 2019.

"Ah, yang benar. Apakah dia ASN? Jika, ASN itu bisa diproses lebih lanjut lagi. Ada aturan yang mengatur hal itu. Bawaslu atau Gakkumdu dan polisi harus cermat soal ini," katanya.

Berkaitan dengan hal ini, Marinus yang merupakan dosen pengajar hubungan internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Uncen itu berharap para caleg bisa memetik pengalaman berharga dari kasus tersebut sehingga nanti tidak terjerat dengan hal yang sama.

"Para caleg harus bisa menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang politikus, tidak menggunakan politik uang dalam meraih suara. Berilah pelajaran politik yang benar kepada masyarakat sehingga nantinya bisa bekerja dengan baik pula saat duduk menjadi anggota dewan," katanya.

Sebelumnya pada Senin (15/4) malam, aparat Polres Jayapura Kota dan Polda Papua berhasil mengamankan satu orang warga di Hotel Horison dalam operasi narkotika yang belakangan diketahui sebagai salah satu pejabat ASN di Kabupaten Tolikara.

Dalam operasi tersebut, selain diamankan satu orang warga, aparat kepolisian juga menemukan seratusan juta uang didalam brankas dan ada sejumlah lembaran kartu nama beberapa caleg pada pemilu 2019 dengan logo partai ternama.

Kasus ini kemudian ramai diperbincangkan oleh publik Kota Jayapura bahwa telah terjadi operasi tangkap tangan (OTT) terkait politik uang dalam pemilu 2019.

 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar