10 wartawan terjebak banjir bandang di Pasangkayu Sulbar

id Banjir bandang,Pasangkayu,Sulbar,Mamuju utara,Mamuju tengah,Mamuju Utara

10 wartawan terjebak banjir bandang di Pasangkayu Sulbar

Ilustrasi - Banjir bandang merendam rumah. (1)

Makassar (ANTARA) - Sebanyak sepuluh wartawan yang ditugaskan meliput kegiatan di perkebunan sawit PT Unggul Widya Teknologi Lestari terjebak banjir bandang di Desa Lariang, Pasangkayu, Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat, Rabu (1/5).

Wartawan Kantor Berita ANTARA, Mentari Dwi Gayatri melaporkan kondisi di lapangan saat kejadian air sudah mulai meninggi ketika menuju titik kedua di Desa Lariang, hingga pohon sawit ikut terendam banjir beserta puluhan kendaraan lainnya.

Selain itu, kondisi terakhir banyak mobil truk sawit yang harus menunggu air surut dari arah Kota Palu maupun dari arah Pasangkayu. Lokasi pertama tidak jauh dari jembatan pasang kayu, air sudah setinggi 30 centimeter, selanjutnya di titik kedua sudah lebih dari dua meter. Sehingga perjalanan dihentikan dan dievakuasi ke lokasi lebih tinggi.

Di titik kedua masih berada di desa Lariang, air diperkirakan naik lagi setinggi hampir empat meter, dan lokasi ketiga dekat Gereja Pantekosta tinggi air sudah diatas satu meter atau perut orang dewasa dengan arus air cukup deras mengalir di daerah setempat.

"Ada sepuluh wartawan sudah dievakuasi. Sembilan naik truk sawit bersama 10 orang lainnya dan lima motor dan satu lagi dievakuasi naik kapal rakyat oleh BPBD.  Semua selamat setelah melewati tiga titik banjir, dan kami ada di kilometer 224 perbatasan Desa Lariang dan Desa Tikek," ujarnya saat dihubungi di lokasi

Wartawan dari Jakarta tersebut masing masing, Bisnis Indonesia, Media Indonesia, Koran Sindo, Rakyat Merdeka, Warta Ekonomi, Business Today, Neraca, Times Indonesia, akuratnews dan Antara.

Menurut salah seorang supir truk sawit setempat, sebut Mentari, sejak kemarin pukul 17.00 WITA akses jalan sudah putus akibat derasnya arus air di lokasi bencana padahal tidak ada hujan. Sinyal untuk internet juga sangat buruk tidak bisa diakses.

"Bahkan ada supir dan warga menginap menunggu air surut. Selain itu dari rombongan kami ada tiga orang lagi menyusul dievakuasi menggunakan perahu rakyat (katinting) yang dikerahkan," katanya.

Selain itu Polres Mamuju Utara telah menyiapkan mobil tronton untuk warga yang mau menyeberang dari arah Palu ke Pasangkayu begitupun sebaliknya di lokasi ketiga dekat gereja setempat.

Hingga saat ini tim penyelamat dari Basarnas dan BPBD setempat dikabarkan belum tiba di lokasi dan masih sementara di perjalanan. Belum diketahui jumlah korban dalam bencana banjir bandang tersebut.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar