Pesawat Citilink pengguna perdana bandara baru di Jogjakarta

id Bandara Internasional Yogyakarta,Citilink,Bandara yogyakarta

Pesawat Citilink pengguna perdana bandara baru di Jogjakarta

Pesawat Citilink dari Bandara Halim Perdana Kusuma mendarat sempurna di Bandara Internasional Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, DIY, pada Senin (6/5/2019) pukul 12.40 WIB dengan membawa 96 penumpang 96. (ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Pesawat komersial Citilink dari Bandara Halim Perdana Kusuma mendarat perdana  di Bandara Internasional Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Senin pukul 12.40 WIB.

Maskapai Citilink menjadi perusahaan penerbangan pertama, yang secara komersial memanfaatkan bandara baru, Bandara Internasional Yogyakarta.

Pelaksana General Manager Bandara Internasional Yogyakarta Agus Pandu Purnama di Kulon Progo, Senin, mengatakan pesawat Citilink berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Senin sekitar pukul 11.40 WIB dengan membawa 96 penumpang.

Pesawat Citilink kembali berangkat dari Bandara Internasional Yogyakarta tujuan Bandara Halim Perdana Kusuma pada 13.10 WIB dengan membawa 52 penumpang.

"Jumlah penumpang pesawat Citilink yang berangkat dan turun dari Bandara Internasional Yogyakarta ke Bandara Halim Perdana Kusuma cukup lumayan, mengingat hari ini merupakan pendaratan dan penerbangan komersial perdana,'" kata Agus.

Ia mengatakan pesawat Citilink secara resmi pindah dari rute awal penerbangan Bandara Halim Perdana Kusuma (HLP) ke Bandara Adisitjipto Yogyakarta (JOG) menjadi HLP ke Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

"Pesawat Citilink memberikan pelayanan tiap hari dari Bandara Internasional Yogyakarta terbang pada 13.10 WIB," katanya.

Agus mengatakan kebijakan terbaru, AP I akan memindahkan penerbangan domestik dari Bandara Adisitjipto ke Bandara Internasional Yogyakarta. Hal ini dikarenakan Bandara Adisitjipto kelebihan penumpang.

Kapasitas Adisitjipto hanya 1,4 juta per tahun, sekarang sudah mencapai 8,4 juta penumpang per tahun.

"Pemindahan penerbangan domestik ini sampai Bandara Adisitjipto kembali ke kapasitas penerbangan normal," katanya.

Ia mengatakan pada 10 Mei nanti, ada maskapai juga yang akan beroperasi di Bandara Internasional Yogyakarta, yakni Batik Air dengan tujuan Samarinda dan Denpasar (Bali). Adapun rute Batik Air, yakni Samarinda-Bali-YIA balik lagi YIA-Bali-Samarinda.

"Sementara, maskapai Lion dan AirAsia masih dalam proses izin," katanya.

Lebih lanjut, Agus mengatakan pihaknya tidak menargetkan jumlah penumpang yang tiba di Bandara Internasional Yogyakarta, karena itu tugas dari maskapai penerbangan.

"Kami hanya melayani maskapai penerbangan, soal jumlah penumpang dari Bandara Internasional Yogyakarta menjadi tugas maskapai," katanya.

Meski demikian, kata Pandu, AP I memberikan promosi dengan membebaskan landing fee selama dua bulan kepada maskapai yang mendarat di Bandara YIA.

"Kami juga berharap maskapai memberikan promosi berupa diskon tiket yang lewat Bandara Internasional Yogyakarta supaya ini baru beroperasi dan menarik penumpang," katanya.

Terkait moda transportasi pendukung ke bandara, Agus mengatakan semua sudah siap, baik kereta api, bus Damri, taksi, hingga suttle bus.

"Kami memberikan subsidi ke Damri untuk melayani penumpang yang akan balik dan menuju Bandara Internasional Yogyakarta. Bagi penumpang yang tiba Bandara Internasional Yogyakarta, tujuan ke mana pun akan diantar Damri," katanya.

Salah satu penumpang pesawat Citilink, Ida Hartanto mengaku pada Minggu (5/5/2019) dirinya mendapat telepon dari pihak maskapai, kalau rute penerbangan dipindah dari Bandara Adisutjipto ke Bandara Internasional Yogyakarta.

Waktu tempuh yang diperlukan dari Bakmi Kadin Yogyakarta sampai Bandara Internasional dengan menggunakan mobil pribadi, sekitar 1,5 jam.

Ia mengaku bangga, bandara yang dibuat dalam waktu cepat sangat bagus dan megah. Ia berharap Bandara Internasional Yogyakarta menjadi bandara yang besar dan menjadi kebanggaan Indonesia.

"Perjalanannya cukup lancar. Semoga Bandara Internasional Yogyakarta menjadi kebanggaan masyarakat DIY," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar