Klopp dan Guardiola bersaing sebagai kandidat Pelatih Terbaik

id pep guardiola,juergen klopp,nuno espirito santo,mauricio pochettino,liverpool,manchester city,wolverhampton,tottenham,li

Klopp dan Guardiola bersaing sebagai kandidat Pelatih Terbaik

Manajer Manchester City Pep Guardiola (kanan) merangkul manajer Liverpool Juergen Klopp usai kesebelasan Manchester City berhadapan dengan Liverpool di stadion Etihad, Manchester, Inggris, Sabtu (4/1/2019). Manchester City tundukkan Liiverpool 2-1. (Antara Foto/Reuters/Jason Cairnduff) (Antara Foto/Reuters/Jason Cairnduff/)

Jakarta (ANTARA) - Dua tim yang tengah bersaing memperebutkan gelar juara Liga Inggris, Manchester City dan Liverpool, menempatkan pelatih masing-masing Pep Guardiola dan Juergen Klopp sebagai kandidat Pelatih Terbaik kompetisi tersebut yang nominasinya diumumkan pada Selasa waktu setempat.

Selain keduanya, pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino dan pelatih Wolverhampton Nuno Espirito Santo juga masuk sebagai empat kandidat terakhir Pelatih Terbaik, demikian dilansir laman resmi Liga Inggris.

Guardiola di ambang keberhasilan menjadi pelatih ketiga di era Liga Premier yang sukses mempertahankan gelar juara dua musim beruntun setelah Alex Ferguson di Manchester United dan Jose Mourinho di Chelsea.

City yang saat ini berada di puncak klasemen dengan koleksi 95 poin, membutuhkan kemenangan di pekan pamungkas di markas Brighton & Hove Albion untuk memastikan gelar juara.

Sementara Klopp musim ini mengantarkan Liverpool meraih 94 poin, total angka terbanyak mereka selama mengarungi era Liga Premier dan bisa menajamkannya menjadi 97 poin.

Klopp bisa meraih tiga poin tambahan jika mampu mengalahkan tim besutan Nuno Santo pada laga pamungkas Minggu (12/5) mendatang di Anfield. Jika Liverpool menang dan City imbang atau kalah, maka gelar juara jatuh ke tangan The Reds.

Nuno Santo sejauh ini sukses menangani Wolverhampton dan menorehkan sejarah sebagai tim promosi dengan total poin terbanyak selama 18 tahun terakhir. Mereka sejauh ini telah mengumpulkan 57 poin dan mengunci posisi ketujuh.

Sementara Pochettino hampir pasti mengantarkan Tottenham finis di empat besar klasemen selama empat musim beruntun, sembari membawa mereka ke semifinal Liga Champions meski tak mendatangkan pemain anyar di musim panas lalu.

Baca juga: Liverpool dan City berpacu juara hingga hari terakhir
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar