Logo Header Antaranews Makassar

Anak-anak Perbatasan RI - PNG Masih Rayakan Natal

Sabtu, 27 Desember 2008 09:11 WIB
Image Print

Jayapura (ANTARA Sulsel) - Anak-anak di wilayah perbatasan RI dengan Papua Nugini (PNG) masih merayakan Natal bersama yang diselenggarakan keluarga Bupati Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, Drs Celsius Watae dan Ketua Tim Penggerak PKK Keerom, Ny.Francisca Ni Made Santun Watae.

Dari Arso, ibukota Kabupaten Keerom, wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga PNG, Sabtu dini hari, ANTARA melaporkan, sejak Jumat (26/12) pagi yang merupakan hari kedua Natal, sekitar 500 anak, baik yang masih berusia di bawah lima tahun (Balita) yang dibawa orangtua mereka maupun murid sekolah Taman Kanak-kanak dan sekolah dasar (SD) berdatangan ke kediaman Bupati Celsius.

Anak-anak ini datang ke kediaman Bupati Kabupaten Keerom, selain berjalan kaki bersama orangtua mereka karena letak rumah berdekatan dengan rumah jabatan bupati juga ada kelompok-kelompok anak yang menumpang truk yang sudah disiapkan panitia.

"Kami sekeluarga membuka pintu rumah bagi anak-anak yang berdatangan dari kampung-kampung untuk bersama-sama merayakan Natal. Hari kedua Natal kami khususkan bagi anak-anak," kata Bupati Keerom, Celsius Watae.

Menurut dia, anak-anak adalah generasi penerus masa depan wilayah perbatasan RI dengan PNG. Mereka adalah tumpuan harapan bagi terciptanya perdamaian di wilayah perbatasan antarnegara ini pada masa yang akan datang.

Mereka juga punya hak untuk mendapatkan perhatian pada hari raya keagamaan seperti Natal dan Idul Fitri.

"Karena itu sangat wajar jika sebagai pemimpin di daerah perbatasan ini, kami bersama keluarga menyediakan waktu khusus bagi anak-anak," katanya.

Tampak pada kesempatan itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Keerom, Ny.Ni Made Santun Watae menuntun anak-anak untuk mengambil hidangan makan siang bersama namun sebelumnya anak-anak itu memberikan ucapan selamat Natal kepada Bupati Celsius bersama Ny.Made.

Anak-anak berbaris dan satu persatu mengecup tangan bupati dan ketua TP PKK sambil mengucapkan selamat Natal.

Tidak ketinggalan, anak-anak penghuni Panti Asuhan Polamo, Sentani,Jayapura yang datang memebrikan ucapan selamat Natal.

Panti Asuhan Polamo Sentani merupakan panti asuhan yang secara rutin mendapat bantuan bahan makanan dari Pemerintah Kabupaten Keerom.

Ketika anak-anak ini dijamu makan siang, mereka lebih memilih makanan khas Papua yaitu papeda. Anak-anak terlihat sangat senang dan gembira mencicipi hidangan yang telah disediakan.

Anak-anak makan papeda, sayur dan ikan dan setelah makan, mereka disuguhi buah-buahan salak dan lainnya.

Menurut Ny.Ni Made Santun Watae, sudah merupakan tradisi bagi pemimpin pemerintahan di wilayah perbatasan ini yaitu pada hari kedua Natal, digelar "open house" khusus untuk anak-anak tetapi tidak tertutup kemungkinan bagi orang dewasa untuk memberikan ucapan selamat Natal.

"Di daerah seperti ini, kami tidak mungkin melakukan open house hanya sehari yakni pada hari pertama Natal saja tetapi haru digelar dua hari karena banyak sekali warga masyarakat yang bermukim jauh dari ibukota kabupaten dan banyak dari mereka yang datang ke kota berjalan kaki," katanya.

Kebiasaan menggelar open house selama dua hari malahan bisa sampai tiga hari, sudah berlangsung lama di wilayah perbatasan ini khususnya Kabupaten Keerom.

"Jika ingin menjadi pemimpin di daerah perbatasan RI dengan PNG maka pemimpin itu bersama keluarga harus bisa membuka diri, membuka pintu rumah bagi semua lapisan masyarakat, tanpa membeda-bedakan latar belakang suku, agama, status sosial, usia dan sebagainya," kata Ny.Ni Made Santun Watae. (T.PK-LWA/P007)