Perusahaan di Palu dinilai baik mrangkul kepsertaan BPJS Ketenagakerjaan

id BPJS Ketenagakerjaan,BPJSTK,Palu,Perusahaan di Palu,kepsertaan BPJS Ketenagakerjaan

Peserta BPJS Ketenagakerjaan dan warga Palu menerima paket sembako murah di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palu, Sabtu (18/5). (Antaranews Sulteng/Muh. Arsyandi)

Palu (ANTARA) - Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) menilai upaya perusahaan-perusahaan di Kota Palu dalam menrangkul seluruh karyawan dalam BPJSTk cukup baik.

Kepala Kantor BPJSTK Cabang Palu Muhyiddin, Sabtu mengatakan penilaian tersebut didasari atas intensitas perusahaan di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu keluar masuk Kantor BPJSTK Cabang Palu untuk mengurus kepesertaan BPJSTK.

"Di Kota Palu, setiap bulan 10 sampai 20 perusahaan yang datang mengurus keikutsertaan karyawannya dalam BPJS Ketenagakerjaan. Ada juga yang datang untuk memperpanjang keikutsertaannya,"katanya di Kantor BPJSTK Cabang Palu.

Menurutnya jumlah tersebut sudah cukup mengingat Kota Palu baru saja diluluhlantahkan gempa, tsunami dan likuefaksi 28 September 2018 lalu yang mengakibatkan tidak sedikit perusahaan yang terpaksa harus tutup untuk sementara waktu maupun tengah diperbaiki.

"Kita tahu sendiri banyak perusahaan- perusahaan yang tutup dan rusak seperti perusahaan-perusahaan yang dihantam tsunami di kawasan Teluk Palu sehingga karyawannya, bukan diPHK (Pemutusan Hubungan Kerja) tapi menunggu untuk kembali bekerja di sana masih ada yang diperbaiki, direnovasi atau memperimbangkan untuk kembaki beroperasi di sini," ujarnya.

Selain itu dia mengatakan penilaian lainnya didasarkan pada banyaknya peserta BPJSTK di perusahaan-perusahaan di Palu yang mengurus klaim, baik klaim kecelakaan kerja maupun klaim kematian pasca bencana.

Saking banyaknya, petugas BPJSTK harus kerja di luar jam kerja yang ditentukan.

"Dua bulan pasca bencana banyak sekali yang datang ke BPJSTK mengurus klaim. Bahkan saya harua kerja overtime. Kantor dan loker yang tersedia tidak mampu mengakomodir peserta dari jam buka sampai tutup kantor. Saat itu yang datang mengurus klaim antara 70 sampai 80 peserta sementara loket yang ada hanya mampu melayani maksimal 40 peserta dari jam buka sampai tutuk kantor," katanya.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar