Pelni cabang Makassar mulai kurangi muatan barang jelang mudik Lebaran

id Mudik Lebaran, Pelni cabang Makassar, lebaran 1440 Hijriah, Hari Raya Idul Fitri,ramadhan 1440 H,sambut ramadhan,tradisi

Arsip : Sejumlah penumpang turun dari kapal saat musim mudik lebaran tahun lalu di Pelabuhan Makassar eks Sukarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA FOTO/Darwin Fatir. (Darwin Fatir)

Makassar (ANTARA) - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) cabang Makassar saat ini mulai mengurangi atau mengeliminasi beberapa jenis muatan sebagai upaya persiapan arus mudik jelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

"Sekarang muatan Pelni dikurangi untuk general cargo (muatan dengan berat yang mencapai satuan ton) menyambut mudik lebaran," ungkap Bagian Pemasaran untuk pengiriman muatan PT Pelni cabang Makassar, Seisariani Rahmaputri di Makassar, Selasa.

Meski demikian, pengurangan muatan tersebut berdasarkan pada jenisnya dengan beberapa pertimbangan lainnya, seperti tujuan dan jenis barang.

Menurut Seisa sapaan akrabnya, pengurangan dalam skala besar untuk muatan kapal Pelni belum dilakukan, lantaran belum diterbitkannya surat edaran oleh Pelni terkait kebijakan tersebut.

"Biasanya H-10 atau sepekan sebelum lebaran, surat edarannya sudah turun ke cabang, karena itu sudah rutin dilakukan setiap tahun," ungkap Seisa.

Alasannya, untuk memprioritaskan para pemudik serta memberi rasa nyaman pada penumpang selama perjalanan mudik di atas kapal.

Pelni menyiapkan 14 kapal untuk mengawal arus mudik jelang lebaran yang diprediksi akan meningkat mengikuti harga tiket pesawat yang terus melambung.

Dari 14 kapal yang dioperasikan, masing-masing mampu menampung sekitar dua ribu penumpang.

Ketua Himpunan Penjualan Tiket Pelni Indonesia (HATPI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Faisal Moiz, mengapresiasi masyarakat yang terlebih dahulu memesan tiket pelni. Sebab melonjaknya harga tiket pesawat, maka kapal laut dianggap menjadi pilihan yang tepat.

Jelang lebaran, kata dia, tidaklah berpengaruh pada harga penjualan tiket, sama dengan dua tahun sebelumnya. Alasannya, untuk menaikkan harga tiket, perlu pengajuan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

"Kenaikan harga tiket tidak dilakukan sejak dua tahun lalu. Sebab, Pelni jika ingin menaikkan harus ke DPRD terkait alasan menaikkan harga tiket," kata Faizal.

Harga normal ini lanjut Faisal tidak lantas mengurangi pelayanan PT Pelni kepada penumpangnya.

Bahkan, fasilitas di kapal dinilai semakin modern dan berstandar internasional. Beberapa ruang telah direnovasi menjadi tempat tidur tingkat dua. Sehingga, seluruh penumpang bisa tidur dengan nyaman selama mudik.

"Semua kapal sudah kelas ekonomi, kecuali kapal Sinabung. Tempat tidurnya dibuat dua susun," ucapnya.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar