Saham syariah di Sulawesi Selatan diminati non muslim

id BEI Sulsel, saham syariah BEI Sulsel, saham syariah

Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sulawesi Selatan, Fahmin Amirullah pada Media Gathering dan buka puasa bersama di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (24/05/2019). ANTARA Foto/Nur Suhra Wardyah

Makassar (ANTARA) - Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sulawesi Selatan, Fahmin Amirullah menyebutkan, perkembangan saham syariah mengalami tren positif pada tiga tahun terakhir, bahkan saham syariah juga dominan diminati investor non muslim.

"Ini menarik, karena untuk penikmatnya bukan hanya dari Muslim, tetapi kebanyakan juga dari non Muslim buat investasi di syariah," ungkapnya pada gelaran media gathering di Makassar, Jumat.

Menurut Fahmin, minat ini didasari lantaran saham syariah telah disaring  (filter) terlebih. dahulu Melalui online trading syariah, semuanya telah diatur dengan jelas dan memastikan saham-saham yang terlibat sangat bagus.

Apalagi, lanjutnya, pada filter saham tersebut bukan dilakukan oleh BEI namun oleh Dewan Syariah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang aturannya ditentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kan kalau syariah sudah jelas dan sudah difilter, saham-saham mana yang bisa masuk. Karena bukan bursa yang lakukan itu, tetapi ada dewan syariah MUI, aturannya pun dari OJK," ungkapnya.

Selain itu, tren saham syariah di Makassar diakui bahkan mengalahkan saham-saham konvensional. Hal ini terbukti dari investor yang cenderung lebih banyak menggunakan treding online syariah.

Pada tiga tahun terakhir, kebanyakan peminatnya ialah investor baru yang didominasi dari investor milenial. Maksud milenial ini yaitu investor berusia 24-35 tahun.

"Perkembangan tren saham syariah tiga tahun ini memang sangat pesat. Bahkan tahun 2018 kemarin peningkatannya hingga 100 persen lebih," tandasnya.

Alhasil, perkumpulan bursa di dunia baru-baru ini menganugerahkan penghargaan kepada Indonesia sebagai salah satu pasar modal yang sangat perhatian untuk perkembangan syariah.

Sementara Trainer BEI Perwakilan Sulsel, Irfan menambahkan, terkait penggunaan online trading syariah telah digunakan beberapa sekuritas di Makassar, di antaranya BNI Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan MNC Sekuritas.

"Dari 16 securitas di Sulsel, ada 10 yang menggunakan securitas syariah. Jadi memang sudah banyak yang mengoperasionalkan online treding syariah," sebutnya.

Pada sosialisasinya, dilakukan sekolah pasar modal syariah ditambah beberapa even-even tertentu sebab pelaksanaannya tetap harus mengantongi izin dari Dewan Syariah MUI.

Irfan juga menyebutkan, terkait transaksi 16 securitas se Sulsel, bisa mencapai kisaran Rp600-700 miliar per bulan secara keseluruhan. Oleh karena itu, untuk tahun 2019 ditargetkan bisa meningkat hingga 30 persen.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar