Stok beras Bulog Mamuju 700 ton untuk kebutuhan Lebaran

id bulog mamuju,stok beras jelang lebaran

Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar Sutriono Edi (kanan) didampingi Kepala Perum Bulog Subdivre Mamuju Yatsir (kiri) saat mengunjungi gudang Bulog Subdivre Mamuju, Jumat (31/5). (Foto Humas Perum Bulog Subdivre Mamuju)

"Tetapi yang pasti, stok pangan tetap tersedia hingga lebaran," kata Yatsir.
Mamuju (ANTARA) - Stok beras yang ada di gudang Perum Bulog Subdivre Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat tercatat 700 ton dan dipastikan aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat setempat hingga lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah.

Penegasan itu disampaikan Kepala Perum Bulog Subdivre Mamuju M Yatsir, usai mendampingi peninjauan Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar Sutriono Edi di Mamuju, Jumat.

"Stok beras yang ada di gudang Bulog saat ini bahkan lebih 700 ton," kata Yatsir.

Sementara, untuk stok gula pasir yang ada di gudang Bulog lanjut Yatsir, saat ini lebih 10 ton.

"Sedangkan, minyak goreng saat ini stoknya habis tetapi kami sudah meminta suplai dari pusat dan saat ini dalam proses pengiriman. Kami minta tambahan sekitar 5.000 liter," ujar Yatsir.

Kepala Perum Bulog Subdivre Mamuju itu menjamin, stok pangan menjelang Idul Fitri tetap tersedia hingga lebaran.

"Kalau fluktuasi harga, besok baru bisa kami sampaikan setelah dilakukan pemantauan harga di pasar tradisional," ucapnya.

"Tetapi yang pasti, stok pangan tetap tersedia hingga lebaran," kata Yatsir.

Ia mengatakan, kedatangan Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar ke Mamuju itu lanjutnya, dalam rangka memastikan stok dan stabilitas pangan di daerah itu menjelang lebaran.

Selain mengunjungi gudang Bulog, pada Jumat malam Sutriono Edi tambahnya, juga akan memantau stok dan harga kebutuhan pokok di pasar modern di Kabupaten Mamuju.

Kemudian pada Sabtu pagi (1/6) Staf Ahli Menteri Perdagangan itu akan memantau stok kebutuhan pokok di pasar tradisional di Kabupaten Mamuju.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar