Salah gembira antar Liverpool juara

id mohamed salah,liverpool,final liga champions,liga champions

Penyerang Liverpool Mohamed Salah mengangkat trofi Liga Champions ke arah para suporter disaksikan rekan-rekannya seusai mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 dalam partai final di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol, Sabtu (1/6/2019) setempat. (ANTARA/REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Jakarta (ANTARA) - Penyerang Liverpool Mohamed Salah tak mampu menyembunyikan kegembiraannya bisa bermain 90 menit penuh di final Liga Champions dan membawa timnya menjadi juara usai mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol, Minggu dini hari WIB.

Musim lalu, Salah dan Liverpool juga mencapai final, namun cuma tampil 25 menit karena cedera lengan kaena ditarik jatuh oleh kapten Real Madrid Sergio Ramos. Dari ruang medis ia menyaksikan timnya kalah 1-3 kala itu.

"Semua orang senang sekarang, saya juga senang karena bisa bermain di dua partai final beruntun dan kali ini tampil 90 menit penuh," katanya dalam komentar purnalaga dilansir laman resmi UEFA.

Baca juga: Liverpool juara usai jinakkan Tottenham 2-0

Salah bukan cuma tampil 90 menit penuh, namun membuka keunggulan Liverpool atas Tottenham dengan menyarangkan bola dari titik putih saat laga baru berjalan hampir dua menit, setelah wasit Damir Skomina menilai Moussa Sissoko menyentuh bola dengan tangan di dalam area terlarang.

"Semua orang mengeluarkan kemampuan terbaik hari ini, tak ada penampilan individual yang luar biasa, seluruh tim tampil sangat mengesankan," kata Salah.

Kegagalan Salah tampil penuh di final musim lalu, dalam beberapa kesempatan diakui pemain berjuluk Raja Mesir itu menjadi salah satu motivasinya dalam laga kali ini.

Menurutnya ia telah berkorban banyak sepanjang kariernya dan kini memetik buah pengorbanan tersebut.

"Saya telah berkorban banyak untuk karier, menjadi seseorang dari sebuah kampung yang pergi ke Kairo dan menjadi pemain Mesir yang bisa mencapai level ini adalah sesuatu yang tak bisa dipercaya,"pungkasnya.

Setelah gol Salah di awal laga, Tottenham tak kunjung mampu mencetak gol balasan dan malah "dibunuh" lebih awal peluangnya ketika Divock Origi mencetak gol kedua Liverpool pada menit ke-87.

Baca juga: Alexander-Arnold: saya cuma anak Liverpool biasa yang mewujudkan mimpi

Baca juga: Kekalahan Tottenham, perpanjang catatan buruk debutan final Champions
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar