Presiden Iran: Tindakan AS ancam stabilitas Timur Tengah

id Serangan Tanker,Perjanjian nuklir,Iran,AS

Kapal tanker terbakar setelah diserang di teluk Oman, Kamis (13/6/2019). Puluhan anak buah kapal berhasil diselamatkan setelah ledakan terjadi pada kapal Kokuka Courageous dan kapal Front Altair. Operator kapal Kokuka Courageous mengatakan 21 anak buah kapal (ABK) telah dievakuasi sedangkan 23 ABK kapal Front Altair milik Norwegia juga berhasil dievakuasi. ANTARA FOTO/ISNA/Handout via REUTERS/pras.

Bishkek (ANTARA) - Tindakan Amerika Serikat menimbulkan ancaman serius bagi stabilitas di Timur Tengah, kata Presiden Iran Hassan Rouhani di hadapan para pemimpin blok keamanan yang diketuai China termasuk Rusia dan India, Jumat,

Amerika Serikat menuding Iran atas serangan dua tanker minyak di Teluk Oman pada Kamis, yang menyebabkan harga minyak melonjak sekaligus meningkatkan kekhawatiran tentang konfrontasi baru antara Iran dan AS. Iran membantah keterlibatan apapun dalam serangan tersebut.

Rouhani tidak menyebutkan serangan tersebut namun mengarahkan kritikannya terhadap penarikan Amerika Serikat oleh Presiden Trump tahun lalu dari perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia.

Pihaknya mengatakan Iran terus menghormati perjanjian tersebut. "Iran meminta negara-negara partisipan yang tersisa dalam perjanjian nuklir untuk segera memenuhi komitmen mereka," kata Rouhani saat pertemuan di Ibu Kota Kirgizstan, Bishkek.

Sumber: Reuters


 
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar