Praktisi pendidikan: video asusila pelajar wujud lemahnya kontrol di sekolah

id Guru Besar UNM, Video Asusila, Mantan Rektor UNM,video pelajar,video bulukumba

Praktisi pendidikan atau Guru Besar Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Aris Munandar . ANTARA Foto/HO/Prof Aris Munandar

Makassar (ANTARA) - Praktisi pendidikan atau Guru Besar Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Aris Munandar menyatakan, video asusila pelajar di Bulukumba yang sedang viral menunjukkan lemahnya kontrol sekolah terhadap siswa, apalagi peristiwa tersebut terjadi di lembaga pendidikan tersebut.

"Hal ini sangat memprihatinkan dunia pendidikan, apalagi dilakukan di kelas atau sekolah. Hal itu menunjukkan lemahnya penanaman nilai-nilai karakter positif pada siswa," ungkap Aris Munandar di Makassar, Minggu.

Menurutnya, kurikulum perlu memberikan alokasi jam pembelajaran karakter yang lebih besar melalui pendidikan agama dan pendidikan moral. Sementara kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, PMI, dan sebagainya juga perlu dikaitkan dengan pendidikan karakter.

"Termasuk lingkungan keluarga harus dapat menstimulasi pembiasaan karakter positif ini. Bagi pelaku, hukuman dengan pemecatan di sekolah bahkan dipidanakan menjadi hal setimpal baginya," kata dia.

Oleh karena itu, Mantan Rektor UNM dua periode ini menyarankan kepada sekolah agar selalu menciptakan pengawasan terhadap situasi sekolah ke depan.

Selain itu, orangtua dan guru diminta perlu terus menerus menanamkan nilai moral kepada siswa dengan memperbanyak pengalaman moral positif di sekolah dan tatanan rumah tangga.

Pada kesempatan berbeda, Dosen Fakultas Psikologi UNM, Prof Jufri mengatakan, kasus ini melanggar kaidah-kaidah pendidikan yang mengedepankan pendidikan nilai dan karakter sebab hal ini merupakan tindakan asusila yang tidak bermoral.

"Sudah seharusnya ketika sekolah mengambil tindakan tegas, dan orangtua kedua anak ini turut bertanggungjawab begitupun dengan pihak sekolah," tandasnya.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar