Gubernur Sulsel paparkan hasil kunker ke Belanda dan Jerman

id Gubernur sulsel,Nurdin abdullah,Kunjungan ke belanda Dan jerman

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah (kanan) pada salah satu kegiatan di Makassar beberapa waktu lalu.ANTARA FOTO/HO/Humas Pemprov Sulsel

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah memaparkan tiga poin penting yang didapatkan selama kunjungan ke Belanda dan Jerman.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Makassar, Selasa, mengatakan kunjungan kerja yang dilakukan beberapa hari di dua negara tersebut merupakan sebuah langkah untuk mendorong kebutuhan masyarakat Sulsel dalam tiga sektor.

"Kita fokus mengenai pengelolaan sampah, penggunaan teknologi air bersih, dan membahas infrastruktur jalan," jelasnya.

Ia menjelaskan, masalah pengelolaan sampah, infrastruktur jalan dan yang paling penting adalah bagaimana memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Untuk air bersih, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel bersama Pemerintah Kabupaten Wajo sudah menghitung total anggaran yang dibutuhkan untuk membangun teknologi air bersih dengan teknologi tercanggih saat ini di Jerman.

Baca juga: Gubernur Sulsel ekspos 3 komoditas unggulan di Belanda

Jumlahnya mencapai Rp200 miliar, mulai dari pipanisasi hingga sampai di rumah warga dalam kondisi bisa langsung dikonsumsi.

Ia berharap, dengan teknologi tersebut, harga air bersih untuk masyarakat Wajo bisa semurah mungkin. Nurdin Abdullah juga menceritakan bagaimana keadaan kebersihan air baku di Jerman.

"Uang koin dilempar dengan kedalaman tiga meter, masih bisa dilihat dari atas permukaan air," ujarnya.

Begitu juga untuk infrastruktur jalan yang ada di sana. Hampir sepanjang jalan dihiasi dengan pandangan indah dan sejuk.

"Biar naik mobil seribu kilometer disana tidak ada rasa capeknya, atau bosan, karena pandangan dipenuhi pohon yang hijau," bebernya.

Sedangkan untuk pengelolaan sampah sendiri Gubernur Sulsel yang baru menjabat sembilan bulan ini mengakui, masih jauh metode pengelolaan di Sulsel, dengan di Belanda dan Jerman.

"Kita disini masih menggunakan pengelolaan secara tradisional, orang disana sudah menggunakan teknologi," jelas Nurdin Abdullah.

Baca juga: Pemprov Sulsel-Belanda siapkan air bersih untuk warga kepulauan
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar