Pemerintah Kota Makassar agendakan peluncuran Gema Sabtu Bersih

id peluncuran gema sabtu bersih,gema sabtu bersih,pemkot makassar,pengurangan sampah plastik,sampah perkotaan,makassar,gree

Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar M Iqbal S Suhaeb (dua kiri) didampingi Sekda Pemkot Makassar (kiri) beserta jajarannya saat rapat persiapan peluncuran Gerakan Masyarakat (Gema) Sabtu Bersih di kantor Balai Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (20/6/2019). FOTO/HO/Humas Pemkot Makassar.

Tuntutan masyarakat di Kota Makassar sangat sederhana, jika kotanya bersih, lingkungannya tertib, tentu akan memberikan efek positif bagi masyarakat
Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, mengangendakan pencanangan Gerakan Masyarakat (Gema) Sabtu Bersih, yang akan diluncurkan pada Sabtu, 22 Juni 2019 sebagai komitmen untuk mewujudkan Makassar sebagai kota hijau.

"Tuntutan masyarakat di Kota Makassar sangat sederhana, jika kotanya bersih, lingkungannya tertib, tentu akan memberikan efek positif bagi masyarakat," ujar Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar M Iqbal Samad Suhaeb disela rapat persiapan di Balai Kota Makassar, Kamis.

Menurut dia, melalui program yang dicanangkan, yakni Sabtu bersih, menjadikan kebersihan sebagai hal yang sangat mendasar, utamanya bagi masyarakat.

"Persoalan sampah, bukan hanya permasalahan di Makassar, tetapi menjadi isu dunia, sehingga sangat penting untuk terus melakukan dorongan untuk mewujudkan perilaku hidup bersih," ujar dia.

Gema Sabtu Bersih, rencananya akan diluncurkan secara serentak di 15 kecamatan se-Kota Makassar, dan dipusatkan di Pantai Losari sebagai titik utama.

"Tujuannya adalah menggerakkan masyarakat, sehingga gerakan ini akan dilakukan di seluruh wilayah hingga pada tingkatan RT/RW, serta dilaksanakan secara berkelanjutan," ujar dia.

Mantan Kepala Satpol PP Pemrov Sulsel itu mengemukaan beberapa hal yang menjadi perhatianya, yakni bagaimana kesadaran masyarakat untuk bijak dalam penggunaan plastik.

"Saatnya mengedukasi masyarakat, untuk membawa kantong sendiri dari rumah. Karena sebagian besar limbah ada di drainase adalah plastik. Penggunaan plastik di Makassar masih sangat tinggi. Kita ketahui bersama untuk mengurai plastik itu butuh waktu hingga ribuan tahun," katanya menjelaskan.

Ke depan, lanjut Iqbal, seluruh rumah-rumah akan diberikan edukasi untuk memiliki resapan air limbah sebelum ke drainase. Sebab, air buangan dari rumah tangga hanya sampai di wilayah resapan, selanjutkan diteruskan ke drainase, sehingga air di drainase bisa lebih bersih.

Selain itu, perkantoran yang ada di Kota Makassar akan diedukasi untuk menuju "green office", mulai dari pengurangan penggunaan botol-botol minuman melalui penyediaan galon air di sudut-sudut ruangan.

"Kita mulai dari hal kecil, yang pada akhirnya akan berjalan dengan sendirinya, tentu nanti menjadikan Makassar sebagai green city," ucap mantan Kepala Balitbangda Pemprov Sulsel ini.

Hal senada disampaikan Sekertaris Daerah Kota Makassar M Ansar, dengan menyatakan bahwa Gema Sabtu Bersih akan disosialisasikan secara masif kepada masyarakat, baik itu tentang pengelolaan sampah dan sanitasi yang di dalamnya terkait drainase dan limbah.

"Lokasi utama peluncuran program ini di anjungan Pantai Losari mewakili Kecamatan Ujung Pandang, namun di 14 kecamatan lain juga harus melakukan hal yang sama," ucap dia.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar