Jusuf Kalla: Dalam politik tidak ada kawan dan lawan abadi

id Wakil Presiden Jusuf Kalla, JK, parpol oposisi ingin jadi koalisi

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat jumpa pers di Kantor Wakil Presiden, Jakarta pada Selasa (25/6/2019). Dia menjelaskan dalam politik tidak ada lawan maupun kawan yang abadi. (Bayu Prasetyo)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan dalam dunia politik tidak ada kawan ataupun lawan politik yang abadi.

"Jadi politik itu dinamis sekali, karena itulah dalam politik tidak ada kawan dan lawan abadi. Hari ini berlawanan, tapi ujungnya juga bersamaan. Itu biasa saja dalam politik," kata JK dalam jumpa pers di Kantor Wapres pada Selasa, terkait partai oposisi yang diindikasikan berniat gabung koalisi petahana.

Menurut dia, dinamika politik itu juga terjadi pada Pemilu tahun 2014, di mana Prabowo-Hatta yang didukung antara lain oleh Partai Golkar, PAN, dan PPP namun pada saatnya juga Golkar dan PPP bergabung dengan koalisi pemerintahan Kabinet Kerja.

Mantan ketua umum Partai Golkar itu menambahkan jika beberapa partai politik oposisi bergabung dengan koalisi petahana, maka berpotensi memicu perdebatan internal.

"Pengalaman kita, kebijakan kabinet berbeda dengan partai-partai yang ada di DPR. Itu biasa saja," ujar Wapres.

Namun demikian, Wapres menjelaskan keputusan partai politik oposisi untuk bergabung dengan koalisi petahana kembali lagi kepada Presiden Joko Widodo.

"Karena pemerintah akan datang saya tidak ikut lagi, saya tidak tahu itu lagi koalisi-koalisi itu. Itu tergantung ke Pak Jokowi sendiri," demikian JK.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar