BNN meluncurkan toko daring "Stop Narkoba"

id Toko stop narkoba, bnn, narkoba, pecandu narkoba, hasil kerajinan

Penjual menunjukkan hasil karya kerajinan dompet dibuat oleh mantan pecandu narkoba yang dijual di Toko "Stop Narkoba", Rabu (26/6). (ANTARA/Devi Nindy)

Bisa dilihat dari 34 provinsi hasil dari para mantan pengguna narkoba dan dari hasil wilayah rawan narkoba. Mereka kita latih untuk bikin kerajinan dan dipasarkan lewat online

Jakarta (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) meluncurkan toko daring "Stop Narkoba" dengan memberdayakan pecandu narkoba untuk menjual produk kerajinan di berbagai daerah di Indonesia.

Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Heru Winarko bersama Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meresmikan toko daring tersebut pada Hari Antinarkotika Internasional, di Jakarta, Rabu.

"Bisa dilihat dari 34 provinsi hasil dari para mantan pengguna narkoba dan dari hasil wilayah rawan narkoba. Mereka kita latih untuk bikin kerajinan dan dipasarkan lewat online," ujar Heru.

Toko "Stop Narkoba" menjual barang kerajinan, seperti tas, dompet, kain tenun hingga aneka hasil olahan pangan khas daerah setempat.

Toko daring tersebut dapat diakses melalui laman stopnarkoba.com atau aplikasi belanja daring android dengan harga yang cukup terjangkau.

"Ini upaya untuk 'demand reduction' (pengurangan ketergatungan narkoba). Setelah direhab, para pecandu ini rata-rata mereka kembali lagi, karena tidak ada pekerjaan dan tidak diterima oleh masyarakat, makanya kita adakan pelatihan untuk mereka," ujar Heru.

Heru mengharapkan toko daring tersebut dapat membangkitkan jiwa gotong royong masyarakat Indonesia untuk membuat pecandu narkoba pulih.

Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar