Leclerc tampil tercepat, Bottas tabrak pembatas di FP2 GP Austria

id formula one, formula 1,gp austria,red bull ring,fp2 gp austria,charles leclerc

Formula One F1 - Austrian Grand Prix - Red Bull Ring, Spielberg, Austria - June 28, 2019 Ferrari's Charles Leclerc during practice REUTERS/Lisi Niesner (REUTERS/LISI NIESNER)

Jakarta (ANTARA) - Pebalap Ferrari Charles Leclerc tampil sebagai yang tercepat di sesi latihan bebas FP2 GP Austria, di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Jumat.

Pebalap asal Monako itu mencatatkan waktu tercepat 1 menit 5,086 detik, unggul 0,331 detik dari pebalap Mercedes Valtteri Bottas yang memiliki waktu tercepat kedua, demikian laman resmi Formula 1.

Bottas harus lebih dini menyelesaikan sesi latihan siang itu usai kehilangan kendali mobilnya dan menabrak pagar pembatas dengan kencang di Tikungan 6. Setelah Bottas keluar dari mobil yang mengalami kerusakan parah di suspensi depan itu dia dibawa ke pusat medis untuk pemeriksaan.

Pebalap Red Bull Pierre Gasly membuat kejutan di peringkat ketiga tercepat dengan selisih 0,401 dari pemuncak sesi itu.

Sementara itu, Lewis Hamilton yang tampil terkencang di FP1 untuk Mercedes harus puas di peringkat empat di depan pebalap McLaren Carlos Sainz yang menguntit di P5.

Pebalap Ferrari Sebastian Vettel finis kedelapan di belakang Romain Grosjean yang tampil perkasa dengan Haas di P6 dan Kimi Raikkonen di P7 untuk Alfa Romeo.

Vettel bisa saja menjadi pebalap tercepat ketiga jika mobil SF90-nya tak melintir di tikungan terakhir, beruntung pebalap Jerman itu mampu menghentikan mobilnya tepat waktu menghindarinya menabrak tembok pembatas.

Juara GP Austria musim lalu, Max Verstappen hanya mampu finis P9 tercepat untuk Red Bull usai mengalami kecelakaan di awal sesi latihan di tikungan terakhir.

Verstappen terlebih dahulu mengakhiri latihannya hari itu setelah mobil Red Bull-nya mengalami kerusakan di bagian belakang karena menabrak tembok pembatas ketika hilang kendali.

Lando Norris melengkapi posisi 10 besar FP2 untuk McLaren sore itu.

 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar