Ribuan hektare padi di Gunung Kidul gagal panen

id Kekeringan,gagal panen,gunung kidul

Ribuan hektare padi di Gunung Kidul gagal panen

Petani membabat tanaman padinya yang rusak akibat kekeringan. (28/6/2019). Antara Jatim/Siswowidodo.

Gunung Kidul (ANTARA) - Lahan tanaman padi seluas 1.927 hektare di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami gagal panen karena kekurangan air, sehingga menyebabkan padi puso.

"Sampai saat ini, kami masih melakukan pendataan luas tanaman padi dan tanaman pangan yang gagal panen akibat kekurangan air. Namun dapat sementara, lahan padi yang puso seluas 1.927 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Bambang Wisnu Broto di Gunung Kidul, Minggu.

Ia memprediksi lahan pertanian yang gagal panen akan terus bertambah, mengingat musim kemarau tahun ini datangnya lebih cepat di luar prediksi petani. Kekeringan di lahan pertanian sudah berdampak di 10 kecamatan dengan luasan yang cukup luas.

Wilayah pertanian yang terdampak kekeringan berada di sepuluh kecamatan, yakni Kecamatan Semin seluas 505 hektare, Karangmojo seluas 47 hektare, Ngawen 285 hektare, Girisubo enam hektare, Ponjong seluas 10 hektare.

Kemudian di Kecamatan Patuk seluas 154 hektare, Wonosari dua hektare, Playen 50 hektare, Gedangsari 860 hektare dan Nglipar seluas delapan hektare. Kekeringan terparah terjadi di Gedangsari, Semin dan Ngawen yang luasan terdampak mencapai di atas ratusan hektare. Sedang wilayah terdampak paling kecil di Wonosari dengan cakupan lahan puso dua hektare.

Lahan puso tidak lepas dengan fenomena anomali cuaca yang terjadi pada saat ini. Anomali cuaca sudah terlihat sejak akhir tahun lalu, dimana musim hujan datang terlambat. 



Sementara itu, musim kemarau datang seperti biasa sehingga memperpendek masa turun hujan.

"Hal ini berdampak terhadap lahan pertanian warga di musim kedua yang banyak mengering karena minimnya pasokan air," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Raharjo Yuwono mengatakan pihaknya akan terus melakukan pendataan terkait dengan luas lahan pertanian yang mengering.

"Kami juga berupaya meningkatkan kapasitas produksi pertanian di Gunung Kiul. Salah satu upaya dilakukan dengan memberikan bantuan alat pertanian kepada petani seperti mesin pompa, bantuan benih, mesin tleser, hand traktor hingga mesin perontok jagung," katanya.
Pewarta :
Editor: M Darwin Fatir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar