Dinkes Sulbar sosialisasikan akreditasi rumah sakit

id Akreditasi rumah sakit

pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi barat dr Hj Indahwati Nursyamsi, M.Kes pada sosialisasi standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit Edisi 1 di Mamuju 2/7 (Antaranews/M Faisal Hanapi)

Mamuju (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat mensosialisasikan akreditasi dan peningkatan pelayanan mutu rumah sakit berdasarkan pasal 40 undang-undang Nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit.

"Dalam rangka meningkatkan mutu, maka rumah sakit wajib melakukan akreditasi secara berkala minimal tiga tahun sekali oleh lembaga independen yang yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan," pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi barat dr Hj Indahwati Nursyamsi, M.Kes di Mamuju, Selasa.

Ia mengatakan, pemerintah Sulbar telah melakukan sosialisasi standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit Edisi 1 yang merupakan standar akreditasi baru yang nasional dan diberlakukan  di Indonesia.

"Standar nasional akreditasi rumah sakit (SNARS) Edisi 1 ini, adalah Standar Nasional pertama dan ini menjelaskan tentang bagaimana memproses, menyetujui, referensi dari setiap bab dan juga Glosarium persyaratan atau istilah penting, istilah yang digunakan dalam untuk pengajuan akreditasi rumah sakit," ujarnya.

Ia meminta, agar semua rumah sakit Pemerintah di Sulbar harus dilakukan terakreditasi.

"Untuk rumah sakit swasta yang telah terakreditasi hanya rumah sakit Mitra Manakarra yang ada di Kota Mamuju sementara Rumah Sakit Bayangkara dalam proses bersama rumah sakit lainnya," katanya.

Ia menyampaikan, akreditasi rumah sakit adalah suatu pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pada manajemen rumah sakit yang telah memenuhi standar yang ditetapkan, dalam upayanya meningkatkan mutu pelayanan yang wajib bagi semua rumah sakit baik rumah sakit publik pemerintah maupun rumah sakit privat, swasta dan BUMN.

"Diharapkan melalui proses akreditasi rumah sakit dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa rumah sakit menitikberatkan sasarannya pada keselamatan pasien dan mutu pelayanan, dengan lingkungan kerja yang aman dan efisien," katanya.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar