
Bantaeng Ditawari BLK Internasional

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kabupaten Bantaeng mendapat tawaran pendirian Balai Latihan Kerja (BLK) bertaraf internasional.
Tawaran pendirian BLK internasional tersebut datang dari Komisi E DPRD Sulawesi Selatan ketika melakukan kunjungan kerja di Bantaeng, Rabu.
Anggota Komisi E DPRD Sulsel H Adil Patu mengatakan, pihaknya mendapat tawaran dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk pembangunan fasilitas tersebut.
Salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk meraih BLK tersebut adalah penyediaan lahan seluas 30 Hektar. Sedang syarat lainnya lebih bersifat dukungan. Misalnya dari Gubernur Sulsel.
Tetapi yang terpenting adalah penyediaan lahan, terang Adil Patu. Ia kemudian mengatakan, BLK internasional tersebut akan melatih berbagai keahlian. Dengan begitu juga akan banyak tenaga ahli yang akan datang ke daerah ini.
Adil Patu yang tiba bersama Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel Mustaman (PDK), Samsari (PKS), Adnan Perucha (Demokrat), Rusni (Golkar) dan Ambo (Hanura) juga berharap pemda dapat menyukseskan program kesehatan dan pendidikan gratis.
Tentang lahan milik Pemprov yang kini dikelola daerah, seperti yang diinginkan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, politikus dari PDK itu berharap Pemda bersurat agar dewan bisa membahas kemungkinan penyerahan lahan tersebut ke daerah ini.
Sebelumnya, Bupati Bantaeng mengemukakan harapannya agar lahan pertanian yang kini digarap Pemda Bantaeng dapat dipinjamkan tetap sebab lahan tersebut dijadikan areal penangkaran untuk memenuhi kebutuhan bibit.
Bantaeng yang merupakan daerah terkecil di Sulsel memiliki lahan pertanian seluas 7.000 Ha. Dengan keterbatasan tersebut, menjual bibit lebih menguntungkan dibanding menjual gabah, terang Bupati.
Bupati Nurdin Abdullah juga mengungkap pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dimaksudkan dapat memutus mata rantai rentenir, sekaligus peningkatan kualitas dan penyangga hasil petani.
Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Bantaeng H Hasanuddin Saleh menyambut baik tawaran wakil rakyat dari PDK Adil Patu tersebut. Menurutnya tawaran untuk membangun BLK internasional sesuai dengan program Bupati Bantaeng untuk melatih tenaga siap kerja yang akan dikirim ke Korea dan Jepang serta negara lainnya.
Selama ini, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja sudah melatih ratusan tenaga siap kerja dan 20 orang diantaranya sudah berangkat ke Korea Selatan (Korsel), sedang tenaga yang akan dikirim ke Jepang terbatas pada tenaga perawat.
Sebelumnya, Kadis Kesehatan dr Hj Takudaeng dan Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Hj Sinasari menjelaskan program kesehatan dan pendidikan gratis di daerah ini. Khusus pendidikan gratis, Pemda Bantaeng memberlakukan dari SD hingga SMA.
Khusus untuk peningkatan kemampuan berbahasa Inggris, Komite Sekolah menjalin kerjasama dengan Anak Indonesia Sejahtera (AIS). Lembaga ini mendatangkan guru bahasa Inggris profesional.
Peningkatan kemampuan berbahasa ini diharapkan menunjang pengembangan kepariwisataan yang sedang digalakkan sebab salah satu kebutuhan untuk mengantisipasi perkembangan industri pariwisata adalah faktor bahasa, tambah Sinasari. (T.KR-RY/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
