Ratusan warga Gunung Kidul antre huni Rusunawa Karangrejek

id rusunawa karangrejek,DPUPRKP Gunug Kidul ,warga miskin,rumah susun

Ratusan warga Gunung Kidul antre huni Rusunawa Karangrejek

Kepala Bidang Perumahan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunug Kidul Bambang Antono. (ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Sebanyak 400 warga di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengantre daftar tunggu untuk menghuni rumah susun sewa sederhana Karangrejek di Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari.

"Minat masyarakat untuk tinggal di rumah sususn sewa sederhana (rusunawa) sangat tinggi. Hal ini terlihat dari daftar tunggu pemohon yang mencapai 400 orang," kata Kepala Bidang Perumahan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunug Kidul Bambang Antono di Gunung Kidul, Selasa.

Ia mengatakan sejak dibuka pada akhir 2017 lalu, banyak masyarakat ingin tinggal di Rusunawa Karangrejek. Mereka antre untuk bisa tinggal. Aturan untuk tinggal dalam rusunawa, seorang penghuni diberikan masa sewa selama tiga tahun dengan perpanjangan satu tahun.

"Setelah masa penyewaan ini berakhir, maka kamar rusunawa akan disewakan ke calon penghuni lain. Sehingga terjadi antrean panjang," katanya.

Bambang mengatakan penghuni Rusunawa Karangrejek adalah warga miskin yang sudah berkeluarga tapi belum punya rumah, dan orang yang bekerja di wilayah Gunung Kidul.

Melihat tingginya minat warga tinggal di rusunawa, pihaknya akan mengajukan bantuan rusunawa ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Kita lihat ke depan, kalau peminat rusunawa tinggi, kami akan mengajukan bantuan rusunawa," katanya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rusunawa Karangrejek Nurgiyanto mengakui peminatnya banyak karena hingga sekarang sudah ada 650 formulir yang diambil untuk bisa tinggal di rusunawa.

"Daftar tunggu untuk tinggal di rusunawa sangat panjang. Kapan mereka bisa tinggal sangat tergantung dengan kamar. Apabila ada penghuni yang keluar, maka kamar yang kosong bisa diberikan kepada warga yang mengantre," katanya.



 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar