Wabup Mamuju : Budaya jangan jadi alasan untuk lakukan pungli

id Saber pungli,Budaya memberi, wabup mamuju,pungutan liar,pungli di sekolah

Wakil Bupati Mamuju Irwan Pababari di Mamuju, Kamis (11/7/2019). (ANTARA Foto/M Faisal Hanapi).

Mamuju (ANTARA) - Wakil Bupati Kabupaten Mamuju meminta agar budaya masyarakat suka memberi tidak menjadi alasan untuk melakukan pungutan liar (pungli) di sekolah.

"Sejak dulu masyarakat Mamuju punya kebiasaan dan menjadi budaya suka memberikan sesuatu berupa barang jika merasa terbantu dan sebagai tanda mengucapkan terima kasih," kata Wakil Bupati Mamuju Irwan Pababari di Mamuju, Kamis.

Ia mengatakan, budaya suka memberi tersebut juga terjadi di sekolah, ketika orang tua siswa memberikan sesuatu kepada gurunya.

"Budaya tersebut jangan jadi alasan untuk pungli dan ini harus dibedakan," katanya.

Ia menegaskan, kepada pihak sekolah untuk menolak praktek pungli dan tidak menjadikan pemberian ucapan terimakasih sebagai bibit pungli.

"Kebiasaan memberi barang atau uang sebagai ucapan terimakasih, memang beda tipis dengan praktek pungli," katanya.

Baca juga: Ombudsman Sulbar cegah pungli di sekolah

Namun, dua hal tersebut mesti dibedakan karena pungli merupakan tindakan penyalahgunaan wewenang dan melawan hukum dengan melakukan pungutan yang tidak sah untuk memberi keuntungan pada diri sendiri.

Menurut dia, budaya memberi ini jangan dihilangkan tapi juga jangan membuat pungli sebagai hal yang sah.

Ia mengatakan, dengan adanya sosialisasi yang digelar oleh Satuan Tugas (Satgas) Saber Pungli Provinsi Sulawesi Barat kepada jajaran sekolah, dapat menjadi referensi dan pemahaman bagi semua pihak, mengenai praktek pungli, yang diantaranya adalah penyogokan dan gratifikasi.

Ia meminta pungli yang merupakan tindakan korupsi dapat diberantas mulai dari lingkungan sekolah.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar