Logo Header Antaranews Makassar

Catatan Akhir Tahun - Menyimak PrestasiI Olahraga Sulsel 2008

Rabu, 31 Desember 2008 06:16 WIB
Image Print

oleh Syarifuddin May

Makassar (ANTARA Sulsel) - Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat prestasi olahraga gemilang di tahun 2008, menyusul sukses provinsi ini meraih peringkat VI pada PON XVII di Kalimantan Timur.

Prestasi cemerlang di arena PON 2008 itu lewat perjuangan berat menghadapi pesaing dari provinsi lain. Sulsel sukses melakukan lompatan dari peringkat ke sepuluh pada dua PON sebelumnya yakni PON 2000 di Jatim dan PON 2004 Palembang Sumsel ke posisi ke enam pada PON 2008.

Hasil yang diraih kontingen Sulsel tersebut adalah kerja keras KONI dalam mempersiapkan atlet menghadapi kegiatan olahraga nasional empat tahunan itu.

Wakil Ketua Umum KONI Sulsel H M Roem mengatakan, prestasi yang diukir kontingen daerah ini pada PON Kaltim melalui persiapan cukup panjang.

"Kita mempersiapkan atlet menghadapi PON 2008 yang dimulai setelah PON Palembang melalui program peningkatan prestasi 'Sulsel Bangkit'," ujar Roem.

Kerja keras itu telah membuahkan hasil yang sangat membanggakan dengan membawa pulang 25 medali emas, 23 perak, dan 28 perunggu di PON Kaltim.

Roem yang juga pimpinan kontingen mengatakan, dari 38 cabang olahraga yang diikuti kontingen Sulsel hanya 17 cabang di antaranya yang sukses merebut medali, sedangkan sisanya gagal total.

Pada awalnya KONI hanya akan memberangkatkan atlet dan cabang olahraga yang diyakini mampu merebut medali, namun karena berbagai pertimbangan, terutama unsur pembinaan maka semua cabang yang masuk program Sulsel Bangkit diikutikan ke PON 2008.

Atlet Sulsel yang paling banyak meraih medali di arena PON 2008 adalah karate, anggar, dansa, judo, renang indah, selancar, dan kempo.

Selain di gelanggan PON, atlet karate dan anggar Sulsel juga berkiprah di berbagai kejuaraan nasional dan internasional, termasuk di arena SEA Games 2007 dan POM ASEAN 2008.

Atlet yang mengangkat prestasi Sulsel tersebut yakni karateka Ismail Aswar, Faisal ZN, Fidelis Lolobua dan Aswar, sementara di cabang anggar menampilkan atlet putra Haerullah, atlet putri Isnawati Sir Idar, Ira Amahoru.

Peringkat V PON 2012

Dalam suasana sukacita saat pembagian bonus kepada atlet peraih medali, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo minta agar prestasi yang diraih di PON 2008 harus lebih baik pada PON XVIII 2012 di Riau.

Sebab itu, perlu secara dini mempersiapkan diri dengan memilih atlet secara selektif yang masuk dalam program Sulsel Bangkit yang dimulai pada awal 2009.

"Kalau ingin meraih hasil yang lebin baik, maka persiapan harus dimulai sejak dini. Pemerintah provinsi menyiapkan dana, sedang tanggungjawab pelaksanaan teknis persiapan atlet berada di tangan KONI, "kata Syahrul yang juga Ketua pengprov Forki Sulsel.

Pembagian bonus dari pemprov Sulsel diberikan kepada atlet dua hari seusai PON dalam acara penyambutan di halaman rumah jabatan gubernur. Sebanyak 276 atlet dan ofisial larut dalam suasana suka cita merayakan keberhasilan mereka di PON 2008.

Atlet peraih medali emas perorangan menerima bonus Rp70 juta, perak Rp35 juta dan perunggu Rp20 juta. Untuk peraih emas nomor ganda/pasangan menerima Rp55 juta, perak Rp30 juta dan perunggu Rp20 juta.

Total bonus yang diberikan kepada atlet Sulsel mencapai Rp4,3 miliar, termasuk bagi mereka yang gagal juga mendapat penghargaan berupa tali asih.

Sekum KONI Sulsel H Abd Muin mengatakan, untuk persiapan kontingen Sulsel menuju PON 2012, maka pihaknya telah melakukan studi banding ke Jawa Timur yang sukses menempati posisi juara umum PON 2008.

"Setelah mempelajari kiat-kiat KONI Jatim dalam melahirkan atlet berprestasi, maka kita segera melakukan pemanggilan atlet untuk mengikuti program Sulsel Bangkit pada 2009," ujar Muin.

Sukses yang ditorehkan kontingen Sulsel di arena PON XVII tidak diikuti prestasi PSM Makassar yang kini terpuruk di kompetisi Liga Super Indonesia yang berada di papan bawah klasemen sementara putaran pertama.

PSM mengalami keterpurukan menyusul krisis finasial yang mendera manajemen klub sepakbola kebanggaan masyarakat Sulsel ini, sehingga mengakibatkan beberapa pemain intinya memilih hengkang karena gaji mereka belum dibayar.
(T.S016)