Bupati Banggai instruksikan OPD bantu korban banjir

id Banggai,Banjir,Bencana,Bencana banjir

Sejumlah warga di salah satu desa di Kecamatan Moilong menyelamatkan diri dari terjangan banjir, Kamis (18/7). (Antaranews Sulteng/Seteven Pontoh)

Banggai (ANTARA) - Bupati Banggai, Herwin Yatim yang tengah berada di luar daerah langsung menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan evakuasi warga dan memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di sejumlah kecamatan di daerah itu, Kamis (18/7).

Hari ini, Jumat, Bupati Banggai, Sulawesi Tengah  Herwin Yatim yang telah tiba di Kota Luwuk rencananya akan menuju lokasi untuk meninjau langsung situasi pascabanjir dan melakukan evaluasi terhadap kerusakan untuk dilakukan penanganan secepatnya.

Bantuan pemerintah yang telah didistribusikan ke lokasi banjir antara lain sembako dari Polres Banggai, Palang Merah Indonesia (PMI), dinas pendidikan, dinas ketahanan pangan, UPT B wilayah V dan dinas sosial serta mahasiswa. Bantuan lain berupa tenda dan tenaga kesehatan juga diberikan oleh Kodim 1308 Luwuk Banggai ke lokasi banjir. Penanganan warga terdampak banjir terus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat.

Curah hujan yang tinggi sejak Senin (15/7) mengakibatkan banjir di wilayah dataran Toili Kabupaten Banggai pada Kamis (18/7). Banjir setinggi 30 hingga 50 centimeer menggenangi 10 desa di tiga kecamatan antara lain lima desa di Kecamatan Moilong , empat desa di Kecamatan Toili dan satu desa di Kecamatan Toili Barat. Sekitar pukul 11.54 WITA, hujan mulai reda di wilayah itu, namun air luapan sungai masih menggenangi beberapa rumah dan ruas jalan.

Bencana banjir mengakibatkan sebanyak 1.450 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke dataran tinggi untuk menyelamatkan diri. Dari 1.450 KK tersebut, 750 KK berasal dari Kecamatan Moilong, 450 KK dari Kecamatan Toili dan 250 KK dari Kecamatan Toili Barat.

Selain menggenangi ratusan rumah warga, banjir juga merusak dua jembatan yang terdapat di wilayah Kecamatan Moilong. Tak hanya itu, banjir juga mengakibatkan sekitar 148 hektare lahan sawah warga terendam airr dan terancam gagal panen.

Bahkan, seorang warga yang diketahui bernama Wagini (29), warga Desa Bumiharjo, Kecamatan Moilong dikabarkan meninggal dunia akibat terseret arus banjir saat membantu warga menyelamatkan hewan ternak yang hanyut.

Kerugian material akibat banjir di tiga kecamatan diperkirakan mencapai Rp400 juta, di Kecamatan Moilong sekitar  Rp200 juta, Kecamatan Toili Rp150 juta dan Kecamatan Toili Barat sekira Rp50 juta.

Camat Moilong, Fahmi mengungkapkan situasi terakhir,  banjir sudah surut dan aktivitas warga sudah normal kembali pada Jumat pukul 07.00 WITA. Banjir menyisakan lumpur di rumah-rumah warga dan sejumlah gedung perkantoran pemerintah serta sekolah.

“Warga masih fokus pembersihan rumah masing-masing. Kami dari pemerintah masih terus melakukan pemantauan dampak banjir dan terus menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok warga,” kata Fahmi.

Tidak hanya pemerintah, warga setempat bekerja sama dengan perusahaan seismik membuka dapur umum untuk membantu menyediakan makanan dan minuman bagi warga terdampak banjir.

Dapur umum yang disediakan oleh salah satu warga Amiruddin Tamoreka menyuplai makanan dan minuman sejak kemarin malam. Mereka mendatangi satu persatu posko tempat warga terdampak banjir berkumpul untuk membagikan makanan.





 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar