Unggulan pertama Taiwan disingkirkan Jepang

id tai tzu ying,akane yamaguchi,indonesia open 2019

Tunggal putri unggulan pertama Taiwan Tai Tzu Ying melaju ke semi-final turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019 usai mengalahkan wakil Thailand Ratchanok Intanon, di Istora Gelora Bung Karno, Jumat. (Antaranews/Aditya E.S. Wicaksono)

Saya merasa tidak enak badan sehingga tidak bisa mengeluarkan tenaga dan kecepatan saya, sehingga tidak sanggup untuk mengejar bola
Jakarta (ANTARA) - Tunggal putri unggulan pertama asal Taiwan Tai Tzu Ying tersingkir di babak semifinal seusai ditaklukan pemain Jepang Akane Yamaguchi di turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019, di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu.

Akane Yamaguchi yang merupakan unggulan keempat asal Jepang menundukkan Tai dalam dua gim langsung 21-9 , 21-15 dalam waktu 32 menit.

Ini menjadi kemenangan Yamaguchi yang ketujuh kali atas pemain Taiwan itu dalam rekor 17 pertandingan terakhir.

Di tiga pertemuan terakhir mereka, Tai selalu menang atas tunggal putri Jepang itu.

Wakil Taiwan itu mengaku merasa tidak enak badan ketika menjalani laga babak empat besar itu.

"Saya merasa tidak enak badan sehingga tidak bisa mengeluarkan tenaga dan kecepatan saya, sehingga tidak sanggup untuk mengejar bola," kata Tai.

"Akane pintar dalam mengendalikan bola, dia bermain baik hari ini."

Sementara itu, Yamaguchi mengaku kurang puas dengan kemenangannya hari ini setelah mendapati lawannya tidak tampil 100 persen.

"Main hari ini sangat tidak capek," kata Yamaguchi.

"Lawan banyak melakukan kesalahan, saya kurang puas dengan hasil hari ini," kata Yamaguchi yang baru pertama kalinya masuk ke final Indonesia Open itu.

Di babak final, Yamaguchi akan bertemu pemenang laga antara Pusarla V.Sindhu, unggulan kelima asal India dan Chen Yu Fei, unggulan kedua asal China.

"Seharusnya pertandingan hari ini lebih berat dari final nanti... saya ingin mengembalikan stamina dan mempelajari permainan lawan malam nanti," pungkasnya.

 
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar