SDN Borong Makassar segera luncurkan buku Antologi Puisi

id peringatan Hari Anak Nasional, SDN Borong luncurkan Buku Anologi Puisi, Makassar

SDN Borong Makassar segera luncurkan buku Antologi Puisi

Fasilitator Sekolah Ramah Anak, Rusdin Tompo di sela aktivitas seni budaya siswa SD Negeri Borong dalam mengembangkan bakat di sekolah yang ramah anak di Makassar. ANTARA Foto/ HO/Rusdin Tompo

Makassar (ANTARA) - Sekolah Dasar Negeri Borong, Makassar akan meluncurkan dua buku kumpulan puisi atau Antologi Puisi berjudul "Perpustakaan Baru" dalam memperingati Hari Anak Nasional.

"Siswa di SD Negeri Borong, dalam rangka Hari Anak Nasional akan melaunching 2 buku kumpulan puisi, yakni Antologi Puisi "Perpustakaan Baru" yang merupakan karya bersama dari 40 siswa," kataFasilitator Sekolah Ramah Anak Rusdin Tompo yang juga pendamping siswa SD Negeri Borong di Makassar, Minggu..

Dia mengatakan, 100 puisi dalam buku hasil karya siswa SD yang masuk kategori sekolah ramah anak ini, mengangkat tema sekolah, orang tua, alam dan lingkungan, serta tema yang menggambarkan pengalaman religiusitas anak-anak.

Sementara buku puisi yang satunya lagi adalah kumpulan puisi tunggal karya Riska Aulia berjudul "Pelangi Dalam Kelas".

Riska ketika menulis puisi-puisinya masih duduk di kelas 5 SD.

Saat peluncuran nanti, anak-anak akan menampilkan operet puisi dan lagu yang dilatih oleh Mami Kiko, seorang pendongeng yang tergabung dalam komunitas Dongkel Dinas Perpustakaan Kota Makassar.

"Yang unik, jika selama ini anak-anak membacakan karya puisi para penyair, maka dalam acara peluncuran nanti, sejumlah penyair akan membacakan puisi-puisi karya anak-anak SDN Borong itu," ujar Rusdin yang juga dikenal sebagai pemerhati anak.
Ssiswa SD Negeri Borong dalam mengembangkan bakat di sekolah yang ramah anak di Makassar. ANTARA Foto/ HO/Rusdin Tompo

Sementara mencermati perkembangan anak-anak saat ini, lanjut dia, perlu intervensi yang lebih serius untuk menyelamatkan anak-anak sebagai aset bangsa.

"Kita tahu bahwa ada kewajiban generik negara, yakni memenuhi, melindungi, menghargai dan memajukan hak-hak anak, sehingga mestinya itu juga tergambarkan dalam regulasi, kebijakan, anggaran dan strategi perlindungan anak," katanya.

 
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar