Mensos sebut Indonesia-Turki percontohan dunia Islam mengenal demokrasi

id islam wasathiyah,indonesia-turki

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) di Jakarta, Kamis (11/7/2019) (FOTO ANTARA/Desi Purnamawati)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Indonesia dan Republik Turki merupakan dua negara yang mayoritas berpenduduk Muslim dan demokratis sehingga menjadi contoh bagi dunia bahwa sebetulnya orang Islam juga mengenal demokrasi.

"Ini satu contoh yang baik, dan perlu kita sampaikan pada dunia," kata Mensos usai pertemuan bilateral dengan Menteri Tenaga Kerja, Keluarga dan Pelayanan Sosial Republik Turki Zehra Zumrut Selcuk di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, dalam pertemuan bilateral tersebut Menteri Zehra Zumrut Selcuk menyampaikan bahwa tahun depan merupakan peringatan 70 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Turki.

Menurut dia Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan datang ke Indonesia.

Presiden Erdogan merupakan salah satu pemimpin dunia yang pertama kali menyampaikan selamat atas terpilihnya Joko Widodo pada pemilu presiden April lalu.

Indonesia sebagai negara demokrasi yang mayoritas berpenduduk Muslim mempunyai peran untuk menunjukkan kepada dunia bahwa dalam Islam, demokrasi dan toleransi dapat beriringan.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Indonesia mendukung terbentuknya konsep "Islam wasathiyah" (pertengahan/moderat) dunia.

Terkait pertemuan bilateral antara Mensos RI dan Menteri Turki juga dilakukan penandatanganan kerja sama mengenai kesejahteraan sosial terutama dengan rehabilitasi sosial, perlindungan dan jaminan sosial, juga berkaitan dengan penanganan bencana alam serta mengenai Sistem Layanan Rujukan Tepadu (SLRT).
 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar