Angkatan kerja capai 82.000 orang di Kabupaten Majene

id majene,sakernas 2019,angkatan kerja,fahmi massiara,lpmp sulbar

Bupati Majene Fahmi Massiara (tengah) pada pembukaan calon petugas survei angkatan kerja nasional (Sakernas) tahunan yang dilaksanakan di Aula LPMP Sulbar, Senin (22/7). (Foto/HO/Humas Pemkab Majene)

Mamuju (ANTARA) - Berdasarkan survei angkatan kerja nasional yang dilaksanakan BPS tahun 2018, penduduk usia kerja di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat berjumlah 116.000 jiwa dan 82.000 orang di antaranya merupakan angkatan kerja.

"Mengingat jumlah total penduduk Majene 172.000 jiwa pada tahun yang sama, maka jumlah angkatan kerja itu terbilang cukup besar," kata Bupati Majene Fahmi Massiara, pada pembukaan calon petugas survei angkatan kerja nasional (Sakernas) tahunan yang dilaksanakan di Aula LPMP Sulbar di Mamuju, Senin.

Bupati menguraikan bahwa dari jumlah angkatan kerja tersebut, empat dari 100 angkatan kerja di Majene merupakan pengangguran.

"Fakta tersebut tentu menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Pemerintah Kabupate Majene untuk menciptakan lapangan pekerjaan maupun menghasilkan angkatan kerja yang terampil dan berkualitas," ujar Fahmi Massiara.

Selain menciptakan lapangan kerja, Pemkab Majene lanjut Bupati juga telah berupaya maksimal dalam mengurangi pengangguran, salah satunya dengan mengirim ratusan tenaga kerja ke PT Sri Tex Solo Jawa Tengah.

Tidak hanya itu, berbagai program peningkatan kapasitas calon pekerja dengan bekerjasama dengan berbagai lembaga telah dilakukan, katanya.

"Bukan hanya mengirim ratusan tenaga kerja ke Pulau Jawa, kami juga telah membekali para calon pekerja dengan keterampilan dan ini bekerjasama dengan perusahaan atau lembaga lainya," tutur Fahmi Massiara.

Menurut Fahmi Massiara, pembangunan ketenagakerjaan memerlukan perencanaan dan evaluasi yang akurat dengan menggunakan data statistik.

"Untuk itu, menjadi peran strategis BPS dimana data statistik yang dihasilkan akan menjadi rujukan dan pedoman pemerintah dalam menyusun kebijakan di tingkat nasional maupun regional," ujarnya.

"Alhamdulillah, BPS melakukan tupoksinya bersinergi dengan kondisi yang ada dari waktu ke waktu. Pemerintah daerah selalu berupaya mengurangi jumlah pengangguran, sesuai dengan visi misi yang dibangun yaitu MP3," terang Fahmi Massiara.

Terkait pelatihan survei itu, Kepala BPS Majene Syihabuddin menjelaskan tujuan pelatihan tersebut untuk memberikan pembekalan kepada petugas dengan menggunakan kusioner kepada rumah tangga.

"Hasil dari Sarkernas ini untuk mengurangi pengangguran. Kabupaten Majene mencatat pengangguran yang tinggi, namun pada partisipasi angkatan kerja cukup bagus karena termasuk dalam tiga besar se-Provinsi Sulbar," terang Syihabuddin.

Ia menyebutkan, para peserta kegiatan itu berasal dari BPS dan mitra kerja BPS dengan jumlah 32 peserta.

Pelatihan tersebut dilaksanakan mulai 22-25 Juli 2019.

Secara umum, Sakernas merupakan metode mengumpulkan data ketenagakerjaan dengan mengumpulkan informasi yang berhubungan dan penduduk bekerja dan pengangguran.

Sementara secara khusus, Sakernas 2019 dirancang untuk dapat menghitung indikator Ketenagakerjaan lainnya seperti indikator pekerjaan layak dan prevalensi sektor formal informal dan pekerja berbasis rumahan.

Selain itu Sakernas 2019 juga memuat pertanyaan pertanian dapat digunakan untuk menghitung prevalensi pekerja penyandang disabilitas serta pertanyaan baru tentang kewarganegaraan dan pengalaman kerja di luar negeri untuk menangkap informasi tentang "International Labour Migrant".
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar