
Penerima penghargaan KLA 2019 meningkat hingga 40 persen

ni membuktikan bahwa ternyata komitmen pemerintah daerah semakin peduli dengan pemenuhan hak-hak anak melalui banyak kegiatan terobosan. Salah satunya bagaimana kabupaten/kota malakukan pencegahan kekerasan
Makassar (ANTARA) - Penerima Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2019 pada Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang dipusatkan di Kota Makassar, meningkat 40 persen, yang berarti sekitar 70 kabupaten/kota untuk pertama kalinya memperoleh penghargaan KLA di Indonesia.
Melalui temu wartawan di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, Selasa petang, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) merilis terdapat 247 kabupaten/kota yang berhasil meraih penghargaan KLA 2019, meningkat dari tahun lalu yang tercatat 177 kabupaten/kota.
"Ini membuktikan bahwa ternyata komitmen pemerintah daerah semakin peduli dengan pemenuhan hak-hak anak melalui banyak kegiatan terobosan. Salah satunya bagaimana kabupaten/kota malakukan pencegahan kekerasan," ungkap Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA, Lenny N Rosalin.
Penerimaan penghargaan KLA 2019 melalui empat tahap dimulai dari tahap penilaian mandiri dengan pendaftaran online. Pihak Kabupaten/kota mendaftar dan mengukur masing-masing kemampuannya berdasarkan 24 indikator KLA dengan sekitar 430 item pertanyaan.
Tahap ke dua yakni administrasi, kemudian disusul verifikasi lapangan dan terakhir ialah penilaian final.
Penilaian KLA 2019 dilakukan oleh tim independen dan lembaga di antaranya Kementrian Perekonomian, Kementrian Hukum dan HAM (Kemkumham), Bappenas, Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Kantor Staf Keprisidenan, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
"Pada tahapan penilaian evaluasi, ada 432 kota/kabupaten yang mengikuti evaluasi dan lolos hanya 247 kabupaten/kota," kata Lenny.
Lenny menyebutkan penghargaan KLA merupakan sebuah sistem berbasiskan hak anak, mengacu pada Undang-Undang termasuk konfeksi hak anak, untuk memastikan anak memperoleh hak-haknya.
"Sistem ini tujuan akhirnya ialah pemenuhan hak anak melalui pemerintah daerah kabupaten/kota sebagai unit terendah desentralisasi," katanya.
Selain penghargaan KLA kabupaten/kota 2019, juga akan diberikan penghargaan bagi provinsi layak anak, provinsi penggerak KLA terbaik, Pembina Forum Anak Provinsi Terbaik, Pembina Forum Anak Kabupaten Terbaik, Puspaga Tingkat Provinsi (Puspaga Mandiri dan Puspaga kabupaten/kota), pelopor ruang Bermain Ramah Anak Tersentifikasi Terbaik, Puskesmas dengan Pelayanan Ramah Anak Terbaik.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
