Polrestabes Makassar ungkap rumah industri tembakau sintetis

id polrestabes makassar,kapolrestabes makassar,home industri,tembakau sintetis,makassar,operasi antik 2019

Polrestabes Makassar  ungkap rumah industri tembakau sintetis

Kapolrestabes Makassar Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo (kiri) menunjukkan barang bukti dengan menghadirkan tersangka saat rilis Operasi Antik 2019 di aula kantor Mapolres setempat, Senin (29/7/2019). (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)

Makassar (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar, Sulawesi Selatan, berhasil menangkap tiga pelaku dan mengungkap rumah industri pembuatan tembakau sintetis yang kini masuk dalam kategori narkoba.

"Hal ini berdasarkan pengembangan, sebab para pelakunya sudah membuat sendiri tembakau sintetis itu melalui home industri dengan cara berpindah-pindah tempat," ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo saat rilis operasi Antik 2019 di aula kantor Mapolres setempat, Senin.

Penangkapan tiga pelaku tersebut di apartemen Vida View pada April lalu yang masing-masing bernisial PE (20), F (30) dan FA (21). PE adalah seorang wanita dan FA (21) pria, keduanya masih berstatus mahasiswa pada salah satu perguruan tinggi di Makassar.

Modus yang dilakukan, kata Dwi, dengan memesan tembakau sintetis melalui internet atau media sosial secara daring (online) selanjutnya membeli tembakau biasa dan alkohol lalu dicampur kemudian dikemas lalu dijual seharga Rp250 ribu.

"Mereka sudah tiga kali berpindah-pindah, meski masih tahap belajar, tapi omzet yang diperoleh sudah mencapai Rp16 juta. Saat ini memang lagi tren penggunaan tembakau sintetis itu, tapi dampak bagi sangat berbahaya merusak otak generasi muda," ucap dia.

Sedangkan cara pembuatan dari tembakau sintetis itu, tidak menggunakan takaran saat proses pencampuran dari bahan baku dengan alkohol secara berlebihan sehingga sangat berbahaya bila digunakan penggunanya.

"Bersangkutan kita kenakan pasal 112 dan 114 KUHP dengan ancaman hukuman pidana lima tahun paling rendah dan 20 tahun paling tinggi. Kami terus berupaya menangkap dan mengungkap jaringan seperti ini," tegasnya.

Sementara Kasat Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Estetika menambahkan, untuk proses peredarannya melalui orang ke orang. Racikan dari tembakau tersebut adalah tembakau sintetis dicampur tembakau rasa dan diberikan alkohol serta bahan kimia lainnya.

Kendati demikian, pihaknya menyatakan sedikit kesulitan karena proses pembelian bahan baku tembakau sintetis tersebut beli putus melalui internet atau belanja secara daring.

"Para pelaku ini bukan pemakai barang itu, tetapi membuat lalu memasarkannya kepada orang ke orang. Mereka juga berpindah-pindah tempat, dan baru kedapatan di salah satu apartemen Vida View setelah pengembangan," tambahnya.

Tembakau sintetis tersebut mengakibatkan kehilangan kesadaran dan membuat penggunanya merasa lebih was-was dan ketakutan hingga bisa menghilangkan nyawanya sendiri. Selain merusak otak penggunanya, tembakau sintetis ini sangat dilarang karena berdampak sangat buruk.

Operasi Antik 2019 tersebut berlangsung 23-29 Juli 2019. Tidak hanya mengungkap pembuatan tembakau sintetis, dalam operasi itu berhasil menjaring 32 orang terduga pelaku pengguna dan pemakai narkoba jenis sabu. Total yang diamankan selama Operasi Antik pertama pada 16 Juli sebanyak 66 orang.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar