Menjaga penyimpangan siswa di Sulteng dengan pendiidkan agama

id Donggala,Palu,Sigi,Pasigala,Sulteng

Menjaga penyimpangan siswa di Sulteng dengan pendiidkan agama

Ke tiga, empat dan lima dari kanan, Asisten Gubernur Sulawesi Tengah Bidang Pemerintahan dan Politik Faisal Mang, Ketua Baznas RI Bambang Sudibyo dan Duta Besar Jepan untuk Indonesia Masafumi Ishii memegang boneka dan kertas origami bantuan pemerintah Jepang untuk peserta didik di MIS Al Amin Wani, Desa Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Senin (29/7). (Antaranews/Muh. Arsyandi)

Donggala (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menuturkan jika pendidikan agama sangat penting dan menjadi ujung tombak di dalam menjaga siswa di Sulteng dari perilaku-perilaku menyimpangan akibat pergaulan bebas di zaman sekarang.

"Saya harap pendidikan agama Islam dapat terus berjalan untuk membentuk pribadi dan generasi pilihan yang berakhlak bagi dirinya, keluarga, masyarakat dan bangsa,"katanya dalam acara peresmian pembangunan kembali Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Amin Wani oleh Komite 60 Tahun untuk Jepang-Indonesia yang diiniasasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI di Desa Wani , Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Senin.

Jika seluruh pihak, mulai dari orang tua, tenaga pendidik dan pemerintah lanjutnya, gagal meletakkan nilai-nilai pendidikan agama kepada para peserta didik, berarti telah gagal dalam mempersiapkan mental dan kepribadian mereka dalam menghadapi kehidupan di era modernisasi saat ini.

Yang penuh dengan kemajuan tanpa batas di berbagai hal. Jika iman lemah dan akhlak juga menyimpang maka mereka akan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang menyimpang.

"Menyimpang dari nilai-nilai agama yang merusak moral generasi muda kita. Maka untuk menjawab semua itu, maka ada pada kemampuan kita dalam mempersiapkan tenaga pendidik yang bisa menjawab perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," ujar  Longki melalui Asisten Gubernur Sulawesi Tengah Bidang Pemerintahan dan Politik Faisal Mang.

Tenaga pendidik yang ia maksud adalah tenaga pendidik yang selain mampu menjawab perkembangan iptek , juga membarengi kemampuan yang mereka miliki dengan iman dan takwa.

"Karena madrasah adalah salah satu jenjang pendidikan yang menciptakan peserta didik yang berkualitas, beriman dan bertakwa sehingga kualitas mutu guru telah menjadi prioritas utama dalam mensukseskan proses belajar mengajar,"lanjutnya.

Apapun lembaga pendidikannya sambungnya, jika tidak  diisi oleh tenaga pendidik yang bermutu maka keberadaan suatu lembaga pendidikan akan sia-sia karena guru adalah kunci keberhasilan dalam proses belajar mengajar yang baik.

Sekaligus sebagai penentu di dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.
 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar