
Mahasiswa Mamuju Desak Kapolda Sulselbar Dicopot

Mamuju (ANTARA News) - Mahasiswa di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat berunjuk rasa mendesak agar Kapolda Sulselbar dicopot dari jabatannya.
Sekitar 50 orang mahasiswa yang tergabung dalam HMI Cabang Mamuju, GMNI Mamuju dan LMND melakukan aksi solidaritas mengecam tindakan represif aparat kepolisian di Kota Makassar, Sulawesi Selatan di perempatan Jalan Ahmad Kirang samping Rumah Jabatan Bupati Mamuju, Jumat.
Mereka menilai Kapolda Sulselbar telah gagal melakukan tugasnya sebagai pengayom masyarakat karena aparatnya telah melakukan tindakan represif terhadap mahasiswa dengan menyerang sekretariat HMI di Kota Makassar (4/3).
"Kami mendesak Kapolda dicopot dari jabatannya dan dia harus mundur dengan legowo, karena tidak bisa membina aparatnya sehingga melakukan tindakan represif terhadap mahasiswa dengan menyerang sekretariat HMI di Makassar, peristiwa tersebut sangat melukai hati para mahasiswa di wilayah ini," kata Hamid, salah seorang aktivis HMI Cabang Mamuju.
Ia mengatakan, mahasiswa di Mamuju mengutuk keras aksi tersebut dan menuntut agar aparat kepolisian yang melakukan penyerangan terhadap sekretariat HMI Cabang Makassar segera ditindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dalam aksinya mahasiswa juga sempat melakukan aksi sweeping terhadap sejumlah kendaraan dinas yang melintas di jalan Ahmad Kirang namun aksi sweeping tersebut tidak berlansung lama karena para mahasiswa kemudian membiarkan sejumlah kendaraan dinas tersebut untuk pergi meninggalkan lokasi unjuk rasa.
Mahasiswa juga sempat membakar ban bekas kemudian menutup satu jalur di jalan Ahmad Kirang itu sehingga mengakibatkan arus lalu litas cukup terganggu.
Setelah melakukan aksinya tersebut para mahasiswa membubarkan diri dengan tertib.
(T.KR-MFH/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
