Gubernur Sulsel : copot kepsek mainkan data penerimaan siswa baru

id kepsek mainkan data penerimaan siswa,peneromaan siswa di Sulsel,copot kepsek mainkan data penerimaan siswa

Gubernur Sulsel : copot kepsek mainkan data penerimaan siswa baru

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah pada acara does natalis UNM di Makassar, (31/7).ANTARA FOTO/HO/Humas Pemprov Sulsel

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah memerintahkan secara tegas kepada Dinas Pendidikan Nasional setempat untuk segera mencopot kepala sekolah yang bermain-main dengan memperjualbelikan penerimaan siswa.

"Jangan ada ruang untuk kepala sekolah bermain-main. Copot saja," tegas Prof Nurdin Abdullah di Rujab Gubernur Sulsel di Makassar, Jumat.

Gubernur Sulsel kedua yang bergelar profesor itu memerintahkan kepada kepala dinas melalui sekretaris dinas pendidikan Sulsel, segera mengumpulkan kepala sekolah untuk tabulasi ruang kelas yang kosong agar diisi oleh calon siswa yang membutuhkan sekolah.

Selain itu, Prof Nurdin juga memerintahkan kepada Dinas Pendidikan untuk segera menampung calon siswa baru yang belum tertampung.

Hal tersebut diungkapkan saat menerima Ketua Forum Orangtua Murid di Makassar, Herman Hafid Nassa, yang membawa puluhan orangtua siswa dan calon siswa SMA, di rumah Jabatan Gubernur.

Herman dan orangtua siswa melaporkan banyak oknum kepala sekolah dan oknum di dinas pendidikan Sulsel dan Diknas Makassar yang diduga menyembunyikan data penerimaan siswa baru untuk tujuan membayar.

Hadir pada kesempatan itu Pj Wali kota Makassar Iqbal Suhaeb, Sekretaris Dinas Pendidikan Sulsel Setiawan Aswad, Asisten Ketua TP PKK Sulsel Hj Liestiaty F Nurdin, dan Ketua TP PKK Makassar.

"kita tidak menyadari, bahwa negara kita punya semua. Masalahnya, negara ini tidak maju karena kita krisis moral, anak-anak kita harus dididik dengan baik dan dipersiapkan dengan baik untuk mengganti generasi sekarang," tegas Nurdin.

Menurut Nurdin, tugas Pemerintah menyiapkan sekolah yang berkualitas.

"Keliru kalau ada orangtua yang mencari sekolah. Pemerintah harus hadir untuk menyiapkan sekolah yang berkualitas," katanya.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar