Aktivitas pelayaran Ternate-Bitung dihentikan karena cuaca buruk

id Cuaca

Sejumlah kapal fery tidak bisa sandar di Pelabuhan ASDP Bastiong dan memilih berlabuh di perairan Kota Ternate, akibat tingginya gelombang laut (Abdul Fatah)

Ternate (ANTARA) - Aktivitas pelayaran dari Ternate ke berbagai daerah termasuk tujuan Kota Bitung Sulawesi Utara, dihentikan untuk sementara menyusul cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda perairan Malut dalam sepekan terakhir.

Manager Operasional PT Angkutan, Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Ternate, Mussadik, Selasa, membenarkan pihaknya untuk sementara menghentikan izin operasi kapal feri terutama untuk tujuan Ternate-Bitung PP, karena tingginya gelombang laut.

"Kami hentikan sementara aktivitas KM Portlink tujuan Ternate-Bitung selama tujuh hari, karena khawatir keselamatan penumpang maupun barang, akibat cuaca ekstrim dalam sepekan ini," kata Mussadik.

Sehubungan penutupan sementara pelayaran rute Ternate-Bitung itu,  terjadi penumpukan barang maupun kendaraan di Pelabuhan ASDP Bastiong Ternate.

Kendati demikian, pihaknya tetap memantau perkembangan cuaca melalui BMKG setempat, karena kondisi cuaca tidak bisa diprediksi dan selalu mengalami perubahan.

Oleh karena itu, ASDP telah mengeluarkan imbauan dan informasi bagi semua nakhoda agar bisa melihat kondisi di lapangan terkini, guna menghindari terjadinya kecelakaan saat berlayar, menyusul tingginya gelombang laut.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Babullah Ternate, mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai cuaca ekstrim disertai gelombang tinggi mencapai 4 meter yang terjadi di perairan Malut.

Kepala BMKG Kelas I Babullah Ternate, Justia PD Gelensong dihubungi terpisah menyatakan gelombang tinggi disertai angin kencang melanda perairan terutama di Pulau Halmahera mencapai 4 meter, sehingga kapal berukuran kecil diimbau untuk tidak melintasi perairan tersebut, karena sangat membahayakan pelayaran terutama untuk kapal berukuran kecil.

"Sebab, saat ini gelombang tinggi di perairan Malut mencapai 4 meter berpotensi terjadi di laut Halmahera dan perairan utara Pulau Halmahera, sedangkan gelombang dengan tinggi 1,25-2,5 meter melanda perairan barat dan timur Pulau Halmahera," kata Justia.


 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar